Advertisement
Advertisement

Luar Biasa! Tas Khusus Penderita Asma Karya Mahasiswa Sabet Emas di Malaysia

Siska Permata Sari , Jurnalis-Jum'at, 04 Agustus 2017 |10:01 WIB
Luar Biasa! Tas Khusus Penderita Asma Karya Mahasiswa Sabet Emas di Malaysia
Foto: Dok UB
A
A
A

JAKARTA - Inovasi kreatif dari tangan mahasiswa Indonesia berhasil mencuri perhatian dunia internasional melalui ajang international Eureka Innovation and Exhibition (i-EIE) 2017 yang diselenggarakan di Universiti Kuala Lumpur Malaysia Spanish Institute, Kedah, Malaysia.

Karya mahasiswa asal Malang, Jawa Timur, tersebut berupa tas pintar khusus penderita asma bernama Smart Android Bag for Asthma Prevention (SANBAV).

Inovasi tersebut merupakan buah karya dari lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Malang. Mereka adalah Muhammad Fadlurahman, Bagas Priyo, M. Azzumardi Azra, Nadia Annizar, dan Astrid Lutfiana Jahmadi.

Melansir dari laman UB, Jumat (4/8/2017), tas pintar tersebut dibenamkan suatu alat yang mampu membaca kondisi di lingkungan sekitar si penderita asma. Alat tersebut terintegrasi dengan smartphone.

Salah satu mahasiswa, Muhammad Fadlurahman menjelaskan, bila alat tersebut berada di kondisi lingkungan yang berbahaya bagi pengidap asma, alarm di tas tersebut akan berbunyi.

Tas ini, kata dia, juga dilengkapi dengan panic button yang ketika ditekan, alat ini langsung mengirim pesan berupa lokasi lengkap dengan tracking location pada nomor yang telah di-set sebelumnya.

Meskipun telah berhasil mencuri perhatian di ajang internasional hingga memboyong satu medali emas, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim tersebut mengaku timnya juga mengalami kendala dalam mengeksekusi idenya inovasinya tersebut.

Salah satu kendalanya, lanjut Fadlurahman, yakni ketika proses kolaborasi ilmu engineer dan medical dalam mempersiapkan pembuatan SANBAV. "Proses ini yang butuh waktu paling lama dan sempat menimbulkan stres di tiap anggota," katanya.

Namun usai melewati proses pembuatan tas pintarnya dan berhasil tampil di ajang internasional serta meraih emas, dirinya mengaku bersyukur. "Alhamdulillah pada akhirnya bisa mendapat pencapaian ini. Tidak lupa mengucapkan rasa syukur karena apa yang telah dilakukan selama ini tidak sia-sia," ungkapnya.

Kompetisi i-EIE ini merupakan event tahunan tingkat internasional yang diadakan oleh UniKL MSI. Ajang ini diikuti oleh ratusan inventor dari berbagai negara pada jenjang pendidikan yang berbeda seperti profesor, doktor, insinyur, termasuk mahasiswa.

(Susi Fatimah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement