JAKARTA - Pendidikan mampu mengubah nasib seseorang bahkan memutus rantai kemiskinan. Oleh sebab itu, pelajar dari kalangan tak mampu juga berhak meraih pendidikan, yakni melalui beasiswa.
Pada jenjang pendidikan tinggi, beasiswa Bidikmisi menjadi solusi untuk bisa menyandang gelar sarjana. Hal ini juga menjadi prestasi yang luar biasa lantaran tak sembarang pelajar bisa lolos seleksi beasiswa Bidikmisi.
"Bantuan dari pemerintah ini semoga dapat membantu proses perkuliahan sampai delapan semester. Saya harap para penerima Bidikmisi juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan mengukir prestasi untuk mengharumkan nama Universitas Brawijaya (UB)," ujar Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UB, Prof Dr Ir Arief Prajitno, MS, dikutip dari laman UB, Rabu (2/11/2016).
Arief mengungkapkan, masih banyak masyarakat yang keterbatasan ekonomi tidak seberuntung penerima beasiswa Bidikmisi. Oleh sebab itu, selama kuliah mereka patut memiliki karakter yang kuat serta bisa lulus tepat waktu.
"Kendalikan emosi. Kita akan berhasil jika dapat mengendalikan emosi secara positif, terutama pengendalian emosi pancaindera. Selain itu dalam melakukan sesuatu harus ada sense of purpose dan pandai mensyukuri kondisi agar kita tahu makna hidup," terang salah satu dosen Fakultas Kedokteran, dr Arief Alamsyah, MARS, memberikan motivasi.
Sementara Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Drs Slamet Kusnadi, MSi menjelaskan, UB sendiri pada 2016 menjadi kampus penerima Bidikmisi terbesar di Indonesia.
"Sejak 2010 sampai saat ini total 8.353 mahasiswa menerima Bidikmisi," pungkasnya. (ira)
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik