MEDAN - Ratusan orangtua calon mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) memprotes kebijakan kampus atas uang kuliah. Para orangtua ini menyebut, penetapan uang kuliah di Unimed terlampau mahal dan tidak sesuai dengan latar belakang ekonomi calon mahasiswa.
Humas Unimed, Surip, menepis tuduhan uang kuliah di Unimed mahal. Kata dia, Unimed hanya memberlakukan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disusun sesuai besarnya pendapatan orangtua.
"Enggak mahal, kok. Standar malah. Anehnya yang banyak komplain justru para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Padahal gaji mereka kan besar. Ada yang bergaji Rp12 juta sebulan, tapi komplain uang kuliah anaknya Rp7 juta," ucapnya.
Sejak pagi, kata Surip, pihaknya sudah melayani seratusan orangtua mahasiswa yang komplain mahalnya uang kuliah Unimed. Lebih jauh Surip menjelaskan, besaran UKT tersebut sudah disetujui Kemristekdikti.
UKT disusun berdasarkan hasil analisis pihak Unimed terhadap penghasilan orangtua mahasiswa. Data penghasilan orangtua itu sesuai dengan borang yang diisi para calon mahasiswa saat mendaftar ke Unimed.
Bagi masyarakat yang komplain, sambung Surip, Unimed menyediakan kesempatan untuk memperbaiki informasi penghasilan orangtua mulai hari ini hingga 25 Juli mendatang.
"Silakan dilengkapi berkas berupa surat permohonan dari desa/lurah mengenai kepemilikan rumah dan penghasilan serta lainnya," pungkasnya. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik