Share

Ini Penyebab Terjadinya Kekerasan di Sekolah

Afriani Susanti , Okezone · Selasa 14 Juni 2016 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 14 65 1414825 ini-penyebab-terjadinya-kekerasan-di-sekolah-Huf52Sn5er.jpg Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Sejak 2011 hingga 2015 terhitung sedikitnya 1.800 kasus kekerasan terjadi di lingkungan sekolah. Guna meminimalisasi terjadinya tindak kekerasan tersebut, Kemdikbud membuat lima Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang melibatkan pihak sekolah dan juga orangtua untuk berperan aktif dalam pencegahan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

Menurut Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Barat, Ema Yohana, ada sejumlah penyebab terjadinya tindak kekerasan di sekolah, khususnya kekerasan seksual yang tak terlepas dari masalah kemiskinan.

"Ada satu kasus kekerasan, di mana anak merupakan bagian dari keluarga yang tinggal dengan keluarga di rumah sangat sederhana, kondisi tekanan di rumah bisa memengaruhi pikiran anak untuk melakukan kekerasan di luar rumah,” ungkapnya seperti dinukil dari keterangan tertulis yang diterima Okezone, Selasa (14/6/2016).

Sementara itu, anggota DPD RI lainnya asal Bengkulu, Ena Haryani menjelaskan salah satu kasus kekerasan anak yang pernah terjadi pada anak berusia 14 tahun asal Bengkulu berinisial YY merupakan sebuah masalah yang multikompleks.

"Kami coba mendalami bahwa tindak kekerasan terjadi karena persoalan kemiskinan, orangtua yang harus bekerja jauh dari rumah dan kurang membimbing anak, infrastruktur jalan yang tidak ramah bagi anak sekolah,” ucapnya.

Karena itulah, perlu adanya kerjasama yang dilakukan antarkementerian untuk menanggulangi masalah kekerasan tersebut. Salah satu wujudnya, pendekatan pada sumber ekonomi. Dengan begitu, orangtua bisa memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak mereka.

Sementara itu, Mendikbud Anies Baswedan menilai, kekerasan terhadap anak dilihat sebagai peristiwa yang menjadi bagian dari pendidikan. Karena itu, pendekatannya perlu diubah dengan melibatkan pelaku pendidikan yang ada di lingkup pendidikan. Jika kekerasan yang terjadi di sekolah diselesaikan hanya sebatas jalur hukum dan adat, kata Anies, maka anak akan dijauhkan dari proses pendidikan bahkan mencabut hak pendidikan dari si anak.

β€œKita harus menjamin anak-anak mendapatkan pendidikan yang semestinya serta jaminan mengenai kebebasan mendapatkan hak pendidikan tersebut. Bila terjadi tindak kekerasan dan ada peristiwa hukum di dalamnya, seperti terluka, maka kita memfasilitasi antara pihak berwajib dengan siswa,” ujar Anies.(afr)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini