Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Joki Ujian, SBMPTN Tak Bersih dari Cela

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Rabu, 01 Juni 2016 |17:25 WIB
Joki Ujian, SBMPTN Tak Bersih dari Cela
Ilustrasi: suasana ujian tulis SBMPTN CBT. (Foto: Arif J/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketatnya persaingan dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) membuat ratusan ribu alumni SMA dan sederajat mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari. Berbulan-bulan mereka belajar intensif, bahkan hingga mengikuti jam belajar tambahan di lembaga bimbingan belajar (bimbel) atau memanggil guru privat.

Meski demikian, ada saja calon mahasiswa yang mencari jalan pintas. Bukan hanya mencontek, tak sedikit yang memanfaatkan jasa joki selama ujian. Iming-iming kelulusan di kampus negeri membuat mereka tak segan menggelontorkan uang yang jumlahnya cukup fantastis.

Berikut ini empat kasus perjokian dalam SBMPTN, seperti dirangkum Okezone, Rabu (1/6/2016).

SNMPTN 2009

Pada 2009, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) masih dibagi menjadi jalur undangan dan ujian tulis. Kala itu, 14 mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) tertangkap menjadi joki ujian tulis SNMPTN 2009 di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan.

Modus para mahasiswa ini adalah menyebarkan kunci jawaban ke peserta lainnya di dalam kelas saat SNMPTN 2009 di Unhas. Mereka dijanjikan upah masing-masing Rp30 juta jika berhasil meluluskan pemakai jasanya ke Fakultas Kedokteran (FK) Unhas.

Setelah dihadapkan pada sidang kode etik, ketika itu Rektor ITB Djoko Santoso dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Widyo Nugroho Sulasdi memecat 12 dari 14 mahasiswa angkatan 2006 dan 2007 yang menjadi joki ujian tulis SNMPTN 2009 tersebut. Sedangkan dua mahasiswa lainnya diberi sanksi skorsing dua semester. Kedua mahasiswa ini tidak dipecat karena hanya menjadi mentor ke-12 mahasiswa yang menjadi joki tersebut.

Sementara itu, dua mahasiswa FK Unhas yang diduga sebagai perantara turut dibekuk bersama dua panitia SNMPTN 2009 yang juga terlibat kasus perjokian.

SBMPTN 2013

Setidaknya 600 calon mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang sudah dinyatakan lulus SBMPTN 2013 didiskualifikasi. Pasalnya, hasil kalkulasi komputer yang dipakai pada sistem penilaian SBMPTN 2014 menunjukkan, mereka memiliki pola jawaban yang sama sehingga dikelompokkan pada kategori curang.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement