"Karena semua kembali lagi pada orang yang menjalankannya kan, bukan PTN-nya," imbuhnya.
Meski amat mendukung putra keduanya mengikuti SBMPTN 2016, wanita berjilbab itu, tidak menpermasalahkan jika si anak belum berkesempatan mendapat kursi di kampus negeri. Bersama sang suami, Nina akan tetap mendukung putranya meraih cita-cita berkuliah di jurusan teknik sipil.
"Yang terpenting untuk saya dan suami itu memilih kuliah sesuai dengan kemauan anaknya. Kalau dapat di PTN, alhamdulilah, berarti memang rejekinya. Tapi kalau belum juga tidak apa-apa, yang penting ketika bekerja nanti manusianya yang harus hebat. Karena kan nanti tidak lagi dilihat dari mana asal usul kuliahnya," paparnya.
Nina menambahkan dari pengalaman hidupnya, selama dia dan suaminya bekerja, masih banyak orang yang memiliki daya juang rendah. Sehingga mereka tidak bisa menunjukkan kehebatan secara pribadi.
"Dari pengalaman hidup kami, ternyata engga semua lulusan PTN itu punya daya juang yang tinggi. Sekali lagi, itu harus tergantung dari manusianya," tambahnya. (afr)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik