"Saya juga pernah menjadi wakil Indonesia di kompetisi disabilitas IT se-Asia Pasifik, tetapi belum berhasil menang," tuturnya.
Reza mengaku menjalani ujian SBMPTN 2016 dengan santai. Sebab, para pendamping dengan sabar membacakan soal satu per satu. Sedangkan dia sendiri selama tiga minggu terakhir intensif menyiapkan materi SBMPTN dengan sungguh-sungguh.
"Memang tadi ada yang tidak selesai. Saintek yang saya bisa hanya 10 soal, sedangkan TKPA bisa 42 soal. Bagaimana pun harus optimistis karena kalau hanya berpikir negatif yang ada malah takut," sebutnya.
Reza berharap, keterbatasan pada dirinya tidak menghalangi kesuksesan di masa mendatang. "Yang penting terus mencoba. Saya juga ingin menjadi guru musik nantinya," tutupnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik