Advertisement
Advertisement

Pengumuman Hasil UN 2016, Siswa Pantang Corat-coret!

Antara , Jurnalis-Jum'at, 06 Mei 2016 |17:04 WIB
Pengumuman Hasil UN 2016, Siswa Pantang Corat-coret!
Siswa SMA/sederajat mencorat-coret seragam usai mengerjakan ujian nasional. (Foto: dok. Okezone)
A
A
A

DENPASAR - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali mengimbau pihak sekolah agar tidak membiarkan para siswanya melakukan aksi corat-coret seragam saat pengumuman kelulusan hasil Ujian Nasional SMA/sederajat 2016.

"Kami minta pihak sekolah saat menyampaikan pengumuman hasil UN 2016, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti corat-coret baju, maupun naik sepeda motor beramai-ramai," kata Kadisdikpora Provinsi Bali Tjokorda Istri Agung (TIA) Kusuma Wardhani di Denpasar, seperti dilansir Antara, Jumat (6/5/2016).

Bahkan pihaknya juga sudah menyampaikan kepada jajaran Disdikpora kabupaten/kota agar berkoordinasi dengan aparat keamanan di masing-masing wilayah terkait pengumuman hasil UN 2016 dan kelulusan siswa.

"Memang saat pengumuman hasil ujian nasional 2016 itu ada letupan kegembiraan, tetapi sekolah tetap harus melakukan pengawasan lebih dini," ucap mantan Kepala Badan Diklat Pemprov Bali itu.

TIA mewanti-wanti supaya jangan sampai terjadi aksi corat-coret dan konvoi sepeda motor karena hal itu akan mengganggu kenyamanan dan keselamatan orang lain, maupun bagi siswa-siswi yang bersangkutan.

Di sisi lain, tambah TIA, Disdikpora Bali sudah menyerahkan nilai hasil UN SMA/sederajat 2016 kepada jajaran Disdikpora kabupaten/kota pada Kamis, 5 Mei untuk selanjutnya disampaikan kepada pihak sekolah. Pihak sekolah kemudian yang akan mengompilasi dengan hasil Ujian Sekolah karena kewenangan untuk meluluskan siswa ada pada masing-masing satuan pendidikan.

Berdasarkan hasil UN SMA/sederajat 2016 di Bali, jumlah nilai rata-rata siswa SMAN 4 Denpasar berhasil meraih peringkat terbaikuntuk program IPA (497,20) dan IPS (466,15) Sementara untuk program Bahasa diraih SMAN 2 Amlapura (459,68) dan jenjang SMK diperoleh oleh SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (327,95).

TIA menambahkan, nilai integritas sekolah dalam pelaksanaan Ujian Nasional jenjang SMA/SMK belum diterima pihaknya karena kemungkinan akan disampikan sekaligus oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk seluruh provinsi setelah pelaksanaan UN jenjang SMP.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement