"Semua orang dalam marketing pasti mengenal branding. Fungsinya itu supaya dikenal, tanpa harus menjual. Jadi itu yang kita inginkan untuk Untar," ujarnya.
Roesdiman mengatakan, branding yang dilakukan kampusnya memang belum sempurna. Saat ini, yang sudah mulai disosialisasikan selain logo adalah warna. Menurut dia, ke depan branding tersebut diharapkan mampu membuat Untar lebih dekat dengan masyarakat sehingga memiliki dampak jangka panjang.
"Warnanya itu ada merah, abu-abu, dan putih. Branding juga menggambarkan semangat baru Untar," terangnya.
Sedangkan untuk visi dan misi Untar di masa mendatang, ucap Roesdiman, sebenarnya tak juah berbeda dari kampus-kampus lain. Yang penting, bisa berkontribusi secara nyata untuk mengembangkan pendidikan tinggi yang berkualitas di Indonesia.
"Setiap universitas punya visi-misi berbeda. Ada ribuan kampus berarti ada ribuan visi-misi. Padahal isinya tak jauh berbeda. Yang terpenting kita selalu ingin meningkatkan standar," tandasnya. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik