"Salah satu penyebabnya di SNMPTN sebelumnya ada siswa yang diterima justru tidak melakukan daftar ulang karena diterima di tempat lain," ujarnya.
Hal tersebut, kata Rochmat, juga terjadi di kampusnya. Pasalnya, ada beberapa siswa dari satu sekolah yang lolos, tetapi yang mendaftar ulang hanya seorang. Menurut dia, tindakan tersebut merugikan kampus.
"Kalau seperti itu lebih baik diberikan siswa dari sekolah yang mungkin peringkatnya lebih rendah, sehingga itu blacklist positif, yakni bertujuan optimalisasi daftar ulang," tuturnya.
Guna menghindari kejadian serupa, panitia melaksanakan pendaftaran ulang peserta yang lolos SNMPTN bersamaan dengan ujian SBMPTN yang dilangsungkan pada 31 Mei 2016 mendatang.
"Beberapa perguruan tinggi juga ada yang mempertimbangkan akses, misalnya memilih mahasiswa dari daerah 3T, penerima bidikmisi, dan lain sebagainya. Seleksi jalur ini (SNMPTN) subjektif dan bertanggungjawab sehingga akuntabilitas juga diperhatikan," tandas Wakil Ketua Pokja SNMPTN 2016, Budi Widyobroto.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik