Share

UKG Bukan Penentu Guru Baik atau Buruk

Afriani Susanti , Okezone · Rabu 04 November 2015 05:45 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 04 65 1243214 ukg-bukan-penentu-guru-baik-atau-buruk-JEZKRhhV9N.jpg Dua guru berbagi kelas dan menjalankan kegiatan belajar mengajar. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Pekan depan, sekira tiga juta guru Indonesia akan mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG). Tes wajib ini dijamin tidak akan dijadikan sebagai tolok ukur kualitas guru.

"UKG itu bukan penentu baik atau tidaknya seorang guru. Jadi jangan diputuskan jika nilai UKG tinggi berarti guru itu baik, dan sebaliknya," tegas Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata, baru-baru ini.

Selain itu, kata Pranata, UKG juga tidak menjadi penentu tunjangan profesi guru (TPG). Mekanisme pengatur TPG sendiri adalah proses sertifikasi guru.

"UKG hanya jadi pemetaan kompetensi guru," imbuh Pranata.

Tahun ini UKG untuk semua guru di Indonesia akan digelar sepanjang November, tepatnya pada 9-27 November. Namun, Pranata menyampaikan, nantinya jadwal UKG tidak selalu di bulan tersebut.

"UKG dapat berfungsi seperti tes kemampuan berbahasa Inggris, TOEFL. Jadi, kapan pun guru ingin mengetahui kemampuannya, mereka dapat mengikuti UKG," tuturnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini