Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah juga menolak jika mahasiswa dibebankan biaya pendaftaran. Sebab SNMPTN dan SBMPTN merupakan seleksi nasional yang diselenggarakan pemerintah untuk menjaring siswa siswi berprestasi. "Terlebih, SNMPTN itu sebenarnya pihak kampus yang mengundang siswa-siswi berprestasi sedangkan SBMPTN siswanya yang mendaftar terlebih dulu ke laman panitia SBMPTN," kata Ferdiansyah.
Sekretaris Umum Panitia SNMPTN Werry Darta Taifur menerangkan, pemerintah menghapus subsidi SNMPTN karena biaya operasionalnya tinggi. Bayangkan, kata dia, pemerintah mendanai biaya operasional SNMPTN dari para peserta SNMPTN yang diikuti 1,7 juta lulusan SMA/SMK/MA. Lalu pemerintah pun sedang ingin membuat ujian masuk PTN dengan computer based test (CBT) yang pastinya membutuhkan biaya investasi tinggi.
Rektor Unand ini menjelaskan, memang seharusnya ada opsi penghapusan program lain yang bisa dihapus pemerintah. Namun ada kendala pembiayaan lain yakni ada 30 perguruan tinggi swasta yang berubah status menjadi negeri.
"Hal ini pun menambah beban negara sebab jumlah uangnya turun namun jumlah pembaginya bertambah. Maka pemerintah mencoret subsidi SNMPTN itu, meski usulan penghapusan itu masih bisa berubah," kata Werry.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik