JAKARTA – Untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi merangkul 10 kampus di daerah perbatasan untuk terjun langsung membangun pedesaan dan daerah tertinggal.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengungkapkan tujuan dari adanya kerjasama ini salah satunya adalah untuk meningkatkan kualitas kebijakan serta program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa berbasis hasil penelitian.
“Kampus-kampus yang berada di daerah perbatasan dan daerah tertinggal harus mampu berperan aktif untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa, daerah tertinggal, daerah tertentu dan kawasan transmigrasi,” ujar Menteri Marwan, saat melakukan penandatanganan MoU dengan 10 Perguruan Tinggi, di Hotel Borobudur Jakarta, baru-baru ini di sebagaimana dilaman Kemendesa dikutip Okezone, Rabu (15/7/2015).
Adapun beberapa kampus yang menandatangani MoU dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi adalah Universitas Borneo Tarakan, Universitas Cinderawasih Papua, Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat, Unniversitas Nusa Cendana Kupang, Universitas Pattimura Ambon. Kemudian, Universitas Riau, Universitas Samratulangi Manado, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Universitas Tanjung Pura Pontianak, dan Universitas Tribuana Kalabahi Alor Nusa Tenggara Timur.