TANGERANG – BINUS University memperkuat pengembangan riset terapan agar hasil penelitian di perguruan tinggi dapat menjawab kebutuhan industri dan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui peluncuran Multihelix Hub di BINUS @BSD, Tangerang, yang mempertemukan peneliti dengan berbagai mitra untuk mengembangkan dan menguji solusi berbasis riset.
Diluncurkan pada 21 Oktober 2026, Multihelix Hub dikelola oleh Research and Technology Transfer (RTT) BINUS University. Fasilitas ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, komunitas, UMKM, dan media dalam mendorong pemanfaatan hasil penelitian agar tidak berhenti pada tahap pengembangan di laboratorium.
Melalui inisiatif ini, industri dan masyarakat dapat menyampaikan persoalan atau kebutuhan inovasi yang mereka hadapi. BINUS kemudian menghubungkan kebutuhan tersebut dengan peneliti yang memiliki keahlian relevan untuk merancang, mengembangkan, hingga menguji solusi yang sesuai.
Vice Rector for Research and Technology Transfer BINUS University, Prof. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si., mengatakan pengembangan ekosistem riset perlu melibatkan berbagai pihak agar inovasi dapat dihasilkan melalui kolaborasi yang lebih terbuka.
Menurut dia, Multihelix Hub mengedepankan pendekatan applied co-creation, yakni pengembangan solusi melalui kerja bersama antara peneliti, industri, dan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara penelitian akademik dan kebutuhan nyata di lapangan.