RIWAYAT pendidikan Moh Zaki Ubaidillah menarik diulas. Sebab, pebulu tangkis spesialis tunggal putra ini tengah menjadi sorotan setelah berhasil mengalahkan seniornya, Jonatan Christie, pada babak 32 besar French Open 2026.
Kemenangan tersebut semakin memperkuat posisi Ubed -sapaan akrab Moh Zaki Ubaidillah- sebagai salah satu pebulu tangkis muda Indonesia yang patut diperhitungkan. Di balik prestasinya di lapangan, perjalanan pendidikan dan pembinaan Ubed juga menarik untuk diketahui.
Pebulu tangkis tunggal putra kelahiran Sampang, Madura, pada 26 Juni 2007 ini telah mengenal bulu tangkis sejak usia dini. Mari mengulas profilnya bersama.
Di tengah kesibukannya sebagai atlet, Ubed juga menempuh pendidikan formal. Sebelum bergabung dengan pelatnas PBSI, ia diketahui bersekolah di SMA NU Al Ma'ruf Kudus, Jawa Tengah.
Dilansir dari laman resmi PBSI, Ubed telah resmi masuk jajaran utama pelatnas setelah melewati perjalanan panjang dalam pembinaan bulu tangkis. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Ubed sudah menjalani latihan di luar kampung halamannya.
Ubed bergabung dengan PB Rahmat di Pati, Jawa Tengah, sebelum berpindah ke sejumlah kota untuk mencari lingkungan latihan yang sesuai dengan perkembangan kariernya. Pada akhir 2019, Ubed lolos seleksi untuk bergabung dengan PB Djarum Kudus.
Pembinaan di klub tersebut menjadi salah satu tahap penting dalam perjalanan kariernya hingga berhasil menembus level nasional. Meski jadwal latihan dan pertandingan semakin padat, Ubed tetap menjalani pendidikan formal selama masa pembinaannya. Namun, informasi mengenai jenjang pendidikan setelah SMA belum tercantum secara terperinci dalam profil resmi yang tersedia.
Ubed mulai bermain bulu tangkis saat berusia lima tahun. Sejak kecil, ia menjalani proses latihan secara bertahap hingga akhirnya berhasil menembus pemusatan latihan nasional (pelatnas) PBSI pada 2024.
Ubed menjalani proses panjang sebelum akhirnya menjadi bagian dari jajaran atlet utama Indonesia. Setelah memulai latihan di PB Rahmat, ia melanjutkan pembinaan di PB Djarum Kudus pada 2019.
Kemampuannya berkembang melalui berbagai kompetisi junior dan senior. Pada 2024, Ubed turut membantu Indonesia menjuarai Piala Suhandinata, kejuaraan beregu campuran junior dunia. Ia juga meraih medali perunggu pada nomor tunggal putra Kejuaraan Dunia Junior 2024.
Pada tahun yang sama, Ubed meraih medali perak tunggal putra di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatra Utara. Berbagai pencapaian tersebut memperkuat peluangnya untuk masuk ke jajaran pemain elite nasional.
Pada akhir 2024, PBSI memanggil Ubed untuk bergabung dengan pelatnas dan langsung menempatkannya di kelompok utama. Kesempatan tersebut membuatnya bisa berlatih bersama pemain-pemain senior Indonesia.