UNAIR Buat Modul soal Adat Budaya untuk Siswa di Papua, Berbentuk Cerita Rakyat hingga Permainan

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Minggu 18 Oktober 2026 16:47 WIB
Kegiatan Belajar Mengajar di Papua
Share :

MANOKWARI - Kearifan lokal, budaya dan adat Papua yang kaya, kini menjadi bagian dari bahan ajar bagi para siswa di Manokwari, dengan metode pembelajaran partisipatif. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) merancang modul belajar agar para siswa lebih mudah memahami pelajaran melalui hal-hal yang akrab dengan kehidupan mereka, seperti lingkungan tempat tinggal, kebiasaan keluarga, permainan tradisional, dan cerita rakyat. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Parjiyanti, S.Pd., M.Pd., menyambut baik upaya tersebut. Menurutnya, kemajuan pendidikan perlu berjalan beriringan dengan pelestarian kearifan lokal. 

“Saya percaya Tim Ekspedisi Patriot juga bersama-sama bekerja dengan kita untuk menghasilkan satu modul ajar yang nantinya menjadi pedoman dan praktik baik yang bisa kita ambil. Kearifan lokal ini akan mendorong kita untuk maju. Perkembangan zaman bukan mendorong kita untuk melupakan kearifan lokal, tetapi keduanya berjalan seiring,” ujar Parjiyanti pada (29/9/2026). 

Ia berharap pendekatan tersebut turut membentuk generasi Manokwari yang cerdas dan berkarakter, tanpa melupakan nilai-nilai budaya daerahnya. Penyusunan modul berangkat dari kebutuhan sekolah, termasuk perbedaan kemampuan membaca siswa dan keterbatasan bahan ajar. Koordinator Tim 7 TEP Unair, Imam Gazi, menjelaskan materi dirancang dengan mempertimbangkan kondisi yang ditemukan di lapangan. 

“Materi disusun dekat dengan realitas kehidupan murid untuk menjawab ketimpangan lliterasilintas fase dan keterbatasan buku ajar,” kata Imam pada (29/9/2026). 

Materi modul mengangkat berbagai unsur kehidupan masyarakat setempat, mulai dari bahasa, cerita rakyat, permainan tradisional, pengetahuan lokal, kesenian, hingga adat dan kebiasaan sehari-hari. Misalnya, aktivitas keluarga di kebun atau makanan yang dikenal anak dapat menjadi titik awal untuk mengenalkan konsep pelajaran di sekolah. 

Penyusunan modul juga melibatkan tenaga pendidik dan pemangku kepentingan melalui diskusi kelompok pada 29 September 2026. Masukan dari para peserta menjadi bahan untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan sekolah dan karakteristik siswa. Upaya ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pentingnya pendidikan berkualitas. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pendidikan merupakan fondasi bagi kemajuan bangsa. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya