Menganal Kayra, Siswa SD yang Karyanya Jadi Koleksi Permanen Perpustakaan Jakarta

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Jum'at 16 Oktober 2026 21:04 WIB
Kayra Wllona (Foto: SDK Penabur)
Share :

JAKARTA — Kayra Wilona Ginting, siswa kelas 5 SDK PENABUR Bintaro Jaya, berhasil mengembangkan hobinya menggambar menjadi karya tulis yang mendapat pengakuan. Dua buku cerita karyanya, Yara dan si Hijau serta Yara dan si Biru, terpilih dalam 100 buku pilihan Perpustakaan Jakarta dan menjadi bagian dari koleksi permanen perpustakaan tersebut.

Perjalanan Kayra menulis cerita berawal dari kegemarannya menggambar. Ia kemudian tertarik menuangkan gambar-gambar yang dibuatnya ke dalam bentuk cerita. Untuk mengembangkan imajinasinya, Kayra mulai membiasakan diri membaca berbagai buku cerita bersama keluarga setiap malam.

Kebiasaan tersebut membuatnya membayangkan bagaimana rasanya memiliki buku cerita sendiri. Keinginan itu mulai diwujudkan ketika ia duduk di kelas 3 sekolah dasar.

“Ketika aku kelas 3 SD, aku mulai mencoba menuangkan ide-ide dan imajinasi dalam bentuk tulisan sederhana hingga akhirnya menjadi sebuah cerita. Dari situlah, aku mulai menikmati kegiatan menulis. Ternyata, lewat tulisan dan gambar, aku bisa menciptakan dunia ceritaku sendiri dan membagikannya kepada orang lain,” ujar Kayra.

Kayra biasanya menulis cerita fiksi dengan tema persahabatan, keluarga, petualangan, dan kehidupan sehari-hari. Baginya, menulis menjadi cara untuk mengembangkan imajinasi sekaligus menyampaikan cerita kepada pembaca.

Dua Buku Masuk Koleksi Permanen Perpustakaan Jakarta

Pada 2024, Kayra berhasil menyelesaikan buku pertamanya yang berjudul Yara dan si Hijau. Buku tersebut menjadi bagian dari ajang perlombaan The Inspiration Spark Award 2024 dan masuk dalam 100 buku pilihan Perpustakaan Jakarta. Karya itu juga ditetapkan sebagai salah satu koleksi permanen perpustakaan tersebut.

Setahun kemudian, Kayra kembali menghasilkan buku berjudul Yara dan si Biru. Karya keduanya itu kembali terpilih dalam 100 buku pilihan Perpustakaan Jakarta dan menjadi bagian dari koleksi permanen.

Pencapaian tersebut berlanjut pada 2026. Cerita pendek Kayra berjudul Mimpi di Balik Sebuah Pensil terpilih sebagai salah satu karya pilihan dalam Canvas of Dreams: National Youth Art Competition & Exhibition 2026 yang diselenggarakan Harian Kompas.

Pada tahun yang sama, Kayra juga menulis cerita pendek fiksi Kristiani berjudul Satu Langkah Lagi. Karya tersebut berhasil masuk dalam 20 cerita terbaik pada ajang yang diselenggarakan Persekutuan Literatur Kristen Indonesia (PLKI) di Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026.

Berbagai pencapaian itu diraih Kayra di tengah proses belajar dan mengembangkan kemampuan menulisnya sebagai seorang pelajar sekolah dasar.

Butuh Waktu hingga Satu Bulan untuk Menyelesaikan Buku

Kayra mengungkapkan, proses menyelesaikan sebuah buku membutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan, bergantung pada panjang dan tingkat kesulitan cerita.

Proses penulisan dimulai dengan mencari ide, menyusun alur, menulis cerita, membayangkan kembali jalan cerita, membuat ilustrasi, kemudian membaca ulang dan memperbaiki tulisan.

Dalam proses tersebut, ia mengaku beberapa kali mengalami kesulitan, terutama ketika mencari ide yang menarik, menentukan kelanjutan cerita, dan menyusun alur agar mudah dipahami pembaca.

Ia juga terkadang kesulitan menentukan ilustrasi yang tepat untuk mendukung cerita dan menyampaikan pesan kepada pembaca.

Untuk mengatasi hambatan itu, Kayra memilih membaca buku guna mencari inspirasi, beristirahat sejenak, atau berdiskusi dengan orangtuanya.

Selain itu, ia kerap diajak ibunya mengunjungi pameran seni. Dari berbagai karya yang dilihatnya, Kayra memperoleh ide dan inspirasi baru untuk kembali menulis.

Dukungan Orangtua dan Guru

Kayra mengatakan dukungan keluarga berperan penting dalam mengembangkan minatnya. Orangtuanya membantu menyediakan waktu untuk menulis, mengingatkannya agar rajin membaca, serta memberikan saran ketika ia menghadapi kesulitan dalam proses kreatif.

Guru-guru di sekolah juga memberikan dorongan agar Kayra terus mengasah bakatnya. Dukungan tersebut membuatnya semakin percaya diri dan bersemangat untuk menghasilkan karya baru.

Menurut Kayra, menulis bukan hanya tentang menghasilkan buku, tetapi juga tentang proses belajar, berlatih, dan menemukan cara untuk menyampaikan gagasan kepada orang lain.

Ke depan, ia ingin terus menulis cerita yang dekat dengan kehidupan anak-anak, seperti petualangan, keluarga, dan mimpi tentang masa depan. Ia juga ingin mengangkat hal-hal sederhana yang ditemui sehari-hari menjadi cerita yang menarik dan penuh makna.

Kayra berharap tulisannya tidak sekadar menghibur, tetapi juga mengajak pembaca berimajinasi, merasakan beragam emosi, dan menemukan pesan positif dari setiap cerita.

“Aku juga ingin mengangkat mengenai hal-hal sederhana yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari ke dalam cerita dan dikemas dengan menarik serta penuh makna. Jadi, tulisanku bukan sekadar menghibur pembaca, tetapi juga dapat mengajak teman-teman berimajinasi, merasakan berbagai emosi, serta menemukan pesan positif,” tuturnya.

Ia berharap karya-karyanya dapat membuat pembaca tersenyum sekaligus menginspirasi anak-anak lain agar berani bermimpi dan terus berkarya.

Pesan Kayra untuk Anak-anak yang Ingin Menulis

Kayra juga membagikan pesan kepada teman-teman seusianya yang ingin mulai menulis. Ia menyarankan agar mereka memulai dari hal-hal yang disukai, tidak takut terhadap respons pembaca, dan terus berlatih karena menulis membutuhkan proses panjang.

Menurutnya, membaca berbagai buku juga penting untuk memperkaya wawasan dan menemukan ide cerita. Namun, hal terpenting adalah berani memulai dan menikmati setiap proses yang dilalui.

“Mulailah dari hal-hal yang kalian sukai, tidak perlu takut seperti apa respons pembaca, teruslah berlatih karena menulis membutuhkan proses yang panjang, dan rajinlah membaca berbagai buku untuk menemukan ide tulisan, serta yang terpenting beranilah untuk memulai, jangan menyerah, nikmatilah setiap proses yang dilalui,” pesan Kayra.

Sebagai siswa SDK PENABUR Bintaro Jaya, Kayra juga menjadi salah satu siswa yang mencerminkan profil BEST BPK PENABUR. Profil tersebut mencakup Be Tough, yakni memiliki jati diri, spiritualitas, serta karakter Kristiani yang utuh dan tangguh; Excel Worldwide, yaitu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki jiwa kepemimpinan untuk tujuan positif; Share with Society, yakni menghargai kemajemukan dan memiliki kepedulian sosial; serta Trust in God, yaitu mengandalkan Tuhan dan menunjukkan sikap takut akan Tuhan dalam kehidupan keluarga, sekolah, gereja, dan masyarakat.

Perjalanan Kayra menunjukkan bagaimana kebiasaan membaca, kegemaran berimajinasi, serta dukungan lingkungan dapat menjadi bekal bagi anak untuk mengembangkan kemampuan menulis. Dari gambar sederhana yang dibuatnya, Kayra kini telah menghasilkan sejumlah cerita yang dapat dibaca dan dinikmati oleh masyarakat luas.
 

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya