Diskusi di Peking University: Pendidikan Jadi Kunci Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Rabu 14 Oktober 2026 21:08 WIB
Menteri Transmigrasi di Peking University
Share :

Salah satu contoh yang disampaikan adalah pendampingan masyarakat di Papua dalam mengatasi keterbatasan pupuk untuk pertanian. Melalui pendampingan akademisi, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan kotoran sapi yang diolah menjadi kompos.

Contoh tersebut memperlihatkan bagaimana pengetahuan akademik dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Persoalan yang dihadapi warga tidak selalu harus diselesaikan dengan teknologi mahal, tetapi dapat diatasi melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia dengan pengetahuan yang tepat.

Dalam konteks ini, pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses pembelajaran formal. Pendampingan, pelatihan, percobaan, dan praktik langsung juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan Tim Ekspedisi Patriot, yang melibatkan akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk membantu memetakan serta menyelesaikan persoalan pembangunan di kawasan transmigrasi.

Keterampilan Masyarakat Perlu Terhubung dengan Kebutuhan Industri

Persoalan pengembangan sumber daya manusia juga mengemuka dalam pembahasan mengenai pembangunan kawasan industri dan pemenuhan kebutuhan sosial masyarakat.

Profesor Lei Xiaoyan dari Peking University mempertanyakan bagaimana pengembangan kawasan industri dapat berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan pendidikan anak, pelayanan kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Iftitah menjelaskan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi perlu dilakukan secara terintegrasi. Kehadiran investasi harus diikuti dengan penyediaan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi penduduk setempat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya