Universitas Syiah Kuala Perkuat Riset Inovasi di Tengah Gempuran AI

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Senin 12 Oktober 2026 21:16 WIB
Universitas Syiah Kuala
Share :

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) memperkuat pengembangan riset, inovasi berbasis potensi lokal, dan transformasi pendidikan untuk meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari arah pengembangan USK dalam momentum Milad ke-65 yang mengusung tema “Transformasi, Inovasi, dan Dampak Nyata bagi Negeri”.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah pengembangan riset nilam melalui ARC PUIPT Nilam USK. Pusat riset tersebut menjalin kerja sama dengan ParagonCorp untuk mengembangkan nilam kristal sebagai bahan baku kosmetik alami. Selain itu, ARC PUIPT Nilam USK meraih Juara I Global Innovation Awards di Barcelona.

Program tersebut menunjukkan upaya perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi sumber daya lokal melalui penelitian, pemanfaatan teknologi, dan kemitraan dengan industri. Hasil riset diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Penguatan riset dan inovasi tersebut menjadi salah satu arah pengembangan USK yang disampaikan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Safrizal ZA, dalam Sidang Terbuka Milad ke-65 di Gedung AAC Dayan Dawood, Senin (12/10/2026).

Menurut Safrizal, pengembangan perguruan tinggi perlu diarahkan pada tiga hal, yakni keunggulan akademik, kemampuan menghasilkan solusi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Potensi alam memberi kita modal. Ilmu pengetahuan memberi kita kemampuan. Inovasi menentukan seberapa besar nilai tambah yang bisa kita hasilkan,” ujar Safrizal.

Transformasi pendidikan menghadapi perkembangan AI

Selain riset, USK juga didorong memperkuat transformasi pendidikan agar mampu menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja, terutama di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Safrizal menilai perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan saat ini. Kampus juga perlu membangun kemampuan belajar sepanjang hayat, beradaptasi, dan mempelajari keterampilan baru seiring perubahan teknologi.

Ia merujuk laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum yang memperkirakan sekitar 39 persen keterampilan inti pekerja akan berubah hingga 2030.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk terus menyesuaikan pendekatan pembelajaran, memperkuat kompetensi mahasiswa, dan memastikan pendidikan tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks ini, transformasi pendidikan perlu berjalan beriringan dengan penguatan penelitian dan pengembangan inovasi agar hasil kegiatan akademik dapat memberikan manfaat lebih luas.

Peringkat internasional menjadi evaluasi pengembangan kampus

Pada bidang keberlanjutan dan kontribusi sosial, USK mencatat peningkatan dalam Times Higher Education Impact Rankings 2026. USK menempati kelompok peringkat 301–400 dunia, naik dari kelompok 601–800 pada 2025. Universitas tersebut juga berada pada posisi tertinggi di Sumatra dan peringkat kedelapan secara nasional.

Capaian ini menjadi salah satu indikator perkembangan USK dalam pemeringkatan yang menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.

Meski demikian, Safrizal mengingatkan bahwa pengakuan internasional bukanlah tujuan akhir. Peningkatan reputasi akademik perlu disertai hasil yang dapat dirasakan masyarakat, baik melalui penelitian, inovasi, maupun pengembangan sumber daya manusia.

“Pengakuan dunia menunjukkan bahwa kita diperhitungkan. Manfaat bagi masyarakat membuktikan mengapa kita layak diperhitungkan,” katanya.

Optimalisasi otonomi PTN-BH

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), USK juga memiliki peluang untuk mengembangkan tata kelola, memperluas kemitraan, dan mengelola sumber daya secara lebih responsif terhadap kebutuhan pendidikan tinggi.

Safrizal menilai otonomi tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat mutu pendidikan, meningkatkan kapasitas penelitian, dan mendorong lahirnya inovasi. Namun, kewenangan yang lebih luas harus disertai akuntabilitas, integritas, dan tata kelola yang baik.

Ia pun mengajak dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra universitas untuk memperkuat kolaborasi dalam menjalankan agenda pengembangan kampus.

Sidang Terbuka Milad ke-65 USK turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., para pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta di Aceh, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Lembaga Wali Nanggroe, serta perwakilan TNI, Polri, BNN, dan Kabinda Aceh.

Melalui penguatan riset, inovasi, transformasi pendidikan, dan tata kelola, USK diarahkan untuk mengembangkan keunggulan akademik sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembangunan Aceh dan Indonesia.


 

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya