Dorong Jadi AI Native, Dekan NUS Business School Sekaligus Pererat Kolaborasi dengan Indonesia

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Sabtu 10 Oktober 2026 18:33 WIB
NUS Business School. (Foto: Rivan Nasri Rachman/Okezone)
Share :

SINGAPURA – Dalam menghadapi gelombang disrupsi teknologi dan dinamika global yang kian bergerak cepat, dunia pendidikan tinggi dituntut untuk terus bertransformasi agar tetap relevan. Kesadaran inilah yang mendorong langkah strategis kepemimpinan baru di lingkungan salah satu institusi pendidikan bisnis paling bergengsi di Singapura, yakni NUS Business School.

NUS Business School terus menegaskan posisinya sebagai pusat keunggulan manajemen yang memadukan wawasan global dengan perspektif khas Asia. Di bawah kepemimpinan sang dekan baru, Profesor Teo Chung Piaw, institusi peraih akreditasi internasional ganda ini berkomitmen untuk membawa angin segar melalui adaptasi teknologi mutakhir serta penguatan jejaring kemitraan lintas negara.

1. Hadapi Era AI

Profesor Teo Chung Piaw mengungkapkan keputusannya untuk kembali terjun ke dunia pendidikan didasari oleh keyakinan bahwa kecerdasan buatan (AI) membawa dampak transformatif bagi masyarakat. Karena itu, kurikulum dan aktivitas perkuliahan dirancang agar tidak sekadar teoritis, melainkan mampu menjawab tantangan bisnis secara langsung.

"Menjadi AI natif bukan hanya menggabungkan alat-alat AI ke dalam kuliah-kuliah Anda. Ini lebih dari itu; ini tentang berpikir, bernafas, dan melakukan segalanya dengan teknologi, mengubah cara belajar, cara mengajar, dan menerima cara baru," kata Profesor Teo Chung Piaw, kepada Okezone di Singapura, Kamis 8 Oktober 2026.

Selain penguasaan teknologi, institusi ini juga mendorong pendekatan pembelajaran eksternal yang melibatkan mahasiswa secara langsung dengan persoalan dunia nyata di perusahaan-perusahaan mitra. Langkah ini diyakini mampu melahirkan lulusan yang tangguh serta siap memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan dunia usaha.

 

2. Perkuat Jajaran Kolaborasi Strategis Bersama Indonesia

Sebagai institusi yang telah melahirkan lebih dari 50.000 alumni global dan konsisten menempati peringkat teratas di Asia versi berbagai lembaga independen, kerja sama regional menjadi salah satu pilar utama pengembangan ke depan. Fokus khusus saat ini diarahkan untuk mempererat hubungan kemitraan dengan berbagai universitas serta korporasi di Indonesia.

Upaya kolaborasi tersebut diwujudkan melalui beragam program, mulai dari keterlibatan tokoh bisnis Indonesia dalam lembaga riset sekolah, program pendidikan eksekutif, hingga proyek penelitian bersama. Sinergi lintas batas ini dirancang untuk memahami dinamika pasar lokal secara mendalam.

Di tengah lanskap bisnis modern yang kerap diwarnai ketegangan geopolitik dan persaingan ketat, kehadiran jaringan yang kuat di kawasan ASEAN menjadi kunci penting. Melalui kemitraan yang erat dengan Indonesia, institusi ini ingin memastikan para pemimpin masa depan dibekali pemahaman komprehensif tentang cara mengelola bisnis di kawasan yang beragam.

Ke depan, perpaduan antara inovasi berbasis teknologi AI, riset yang berdampak, serta keterlibatan industri yang mendalam akan menjadi landasan utama bagi NUS Business School. Langkah ini diharapkan mampu terus mencetak talenta unggul yang siap membawa solusi nyata bagi tantangan bisnis global maupun regional.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya