JAKARTA – Keberanian mengambil risiko tidak selalu berarti berani mengambil keputusan tanpa perhitungan. Kemampuan membaca situasi, memahami konsekuensi, serta menentukan langkah menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai pilihan dalam kehidupan.
Gagasan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam buku The Architecture of Risk, yang merekam perjalanan dan pemikiran Renaldy Pujiansyah melalui tulisan jurnalis Mima Safa serta sejumlah catatan personal Renaldy.
Buku tersebut tidak hanya membahas pencapaian, tetapi juga mengangkat pengalaman menghadapi kegagalan, mengambil keputusan, membangun bisnis, hingga memahami konsekuensi dari pilihan yang telah dibuat.
Dalam bagian Risk Taker, misalnya, Renaldy membedakan keberanian mengambil risiko dengan tindakan yang bersifat nekat. Keberanian digambarkan sebagai keputusan yang tetap mengandung risiko, tetapi didahului pemahaman terhadap tujuan, kondisi, serta kemungkinan yang dapat terjadi.