Nathanael Zefanya mengaku telah menyukai pelajaran IPA sejak duduk di kelas VI sekolah dasar. Ketertarikan tersebut kemudian ia kembangkan melalui latihan dan persiapan yang lebih intensif ketika memasuki kelas VII.
Dalam menghadapi OSN 2026, Nathanael memanfaatkan berbagai sumber belajar, mulai dari buku elektronik atau E-Lib, buku saku IPA, hingga pelatihan yang difasilitasi sekolah.
Meski telah mempersiapkan diri, ia mengaku menghadapi sejumlah tantangan saat mengerjakan soal kompetisi. Keterbatasan waktu dan materi yang belum dipelajari menjadi beberapa kendala yang harus dihadapinya.
“Selama pengerjaan, saya merasa waktunya sangat terbatas, lalu ada soal yang belum saya pelajari, salah satunya rumus gelombang harmonik. Namun, puji Tuhan pada akhirnya saya berhasil mendapatkan hasil yang terbaik. Saya sangat puas!” ujar Nathanael.
Menurutnya, pengalaman mengikuti OSN tidak hanya memberikan hasil berupa medali, tetapi juga memperluas pengetahuan dan wawasan di bidang sains.