Pemilihan biji pala juga didasarkan pada kajian literatur mengenai kandungan minyak atsiri dan senyawa aktif yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Namun, temuan dari literatur tersebut masih dalam proses verifikasi melalui pengujian lebih lanjut.
Anggota TEP UI, Fhira, mengatakan tim masih melakukan pengujian untuk mengetahui efektivitas kandungan biji pala setelah melalui proses pengolahan.
"Kandungan itu kita lihat dari jurnal. Ternyata memang ada kandungannya untuk antiseptik. Cuma kita juga lagi meninjau lebih lanjut, setelah dicampur alkohol dan nonalkohol, apakah kandungan biji pala ini benar sebesar itu," ujar Fhira, Jumat (25/9/2026).
Menurut dia, proses tersebut menjadi bagian penting karena masyarakat tidak hanya diberikan keterampilan praktis, tetapi juga diperkenalkan pada proses ilmiah untuk menguji suatu produk.
Warga Belajar dari Proses Riset
Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan dengan tahapan pengolahan biji pala. Biji pala terlebih dahulu dijemur selama sekitar lima hingga enam hari hingga kering. Setelah itu, biji ditumbuk hingga halus dan direndam dalam alkohol 70 persen dengan perbandingan 1:5 selama tiga hari.
Campuran kemudian disaring dan ekstraknya dikemas dalam botol spray.