JAKARTA - Sejumlah lulusan Universitas Indonesia (UI) pernah mendapat kepercayaan untuk mengisi posisi Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia. Para alumni tersebut memiliki perjalanan akademik dan pengalaman profesional yang beragam sebelum menduduki jabatan strategis di pemerintahan.
Mengacu pada data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan informasi alumni UI, terdapat lima nama yang tercatat pernah menjadi Menteri Keuangan dan merupakan lulusan Fakultas Ekonomi UI. Mereka adalah Agus D.W. Martowardojo, Sri Mulyani Indrawati, Muhamad Chatib Basri, Bambang P.S. Brodjonegoro, dan Suahasil Nazara.
1. Agus Martowardojo
Agus D.W. Martowardojo lahir di Amsterdam, Belanda, pada 24 Januari 1956. Pendidikan tingginya ditempuh di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan diselesaikan pada 1984.
Setelah memperoleh gelar sarjana, Agus memperdalam keahlian di bidang perbankan melalui sejumlah program pendidikan. Ia pernah mengikuti pendidikan di State University of New York dan Stanford University di Amerika Serikat, serta Institute Banking & Finance di Singapura.
Karier Agus di pemerintahan mencapai posisi Menteri Keuangan ketika ia dilantik pada 20 Mei 2010 sebagai bagian dari Kabinet Indonesia Bersatu II.
Ia menduduki jabatan tersebut hingga 2013. Setelah itu, Agus dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia pada 26 Maret 2013 untuk periode 2013–2018.
Sementara posisi Menteri Keuangan setelah Agus mulai menjabat Gubernur BI diisi M. Hatta Rajasa sebagai pelaksana tugas sejak 22 April 2013 hingga Mei 2013.
2. Sri Mulyani Indrawati
Sri Mulyani Indrawati lahir di Bandar Lampung pada 26 Agustus 1962. Ia merupakan lulusan sarjana ekonomi Universitas Indonesia pada 1986.
Pendidikan Sri Mulyani kemudian berlanjut ke University of Illinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Ia meraih gelar Master of Science in Policy Economics pada 1990 dan gelar Ph.D. bidang ekonomi pada 1992.
Sri Mulyani pertama kali menjabat Menteri Keuangan pada 5 Desember 2005. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam berbagai kebijakan terkait ekonomi makro, fiskal, pembiayaan, dan pengelolaan utang.
Pada 2008, Sri Mulyani juga sempat dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian setelah Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Pada 1 Juni 2010, Sri Mulyani meninggalkan jabatan Menteri Keuangan dan kemudian bergabung dengan Bank Dunia sebagai Managing Director.
Kariernya di pemerintahan Indonesia kembali berlanjut pada 27 Juli 2016 ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya kembali sebagai Menteri Keuangan.
Sri Mulyani kemudian kembali dipercaya menempati posisi tersebut pada pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo yang dimulai pada 2019. Pada 21 Oktober 2024, ia kembali ditunjuk menjadi Menteri Keuangan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga 8 September 2025.
3. Muhamad Chatib Basri
Muhamad Chatib Basri lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965. Ia mengawali pendidikan tingginya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Setelah itu, Chatib melanjutkan studi ekonomi pembangunan di Australian National University. Ia meraih gelar pascasarjana pada 1996 dan gelar Ph.D. bidang ekonomi pada 2001 dari universitas tersebut.
Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Chatib telah memiliki pengalaman di pemerintahan. Ia pernah menjadi penasihat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 2004–2005.
Pada 2006–2010, Chatib menjabat Deputi Menteri Keuangan untuk G-20. Ia juga dipercaya menjadi Sherpa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam KTT G-20 di Washington pada November 2008.
Kariernya berlanjut sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional pada 2010–2012. Setelah itu, Chatib ditunjuk menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Juni 2012.
Chatib kemudian dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 21 Mei 2013. Ia menjalankan tugas tersebut hingga berakhirnya Kabinet Indonesia Bersatu II pada 20 Oktober 2014.
4. Bambang Brodjonegoro
Bambang P.S. Brodjonegoro lahir di Jakarta pada 3 Oktober 1966. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1985–1990 dengan fokus Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Regional.
Setelah menyelesaikan pendidikan di UI, Bambang melanjutkan studi ke University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Ia memperoleh gelar master pada 1995 dan Ph.D. pada 1997.
Bambang kemudian berkarier di Kementerian Keuangan. Pada 21 Januari 2011, ia dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal.
Berikutnya, pada 1 Oktober 2013, Bambang dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan II.
Pada 27 Oktober 2014, Presiden Joko Widodo menunjuk Bambang sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja. Ia menjabat hingga 2016.
5. Suahasil Nazara
Suahasil Nazara menjadi nama terbaru dalam daftar alumni UI yang dipercaya memimpin Kementerian Keuangan. Ia dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026 dalam Kabinet Merah Putih di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di posisi tersebut. Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Suahasil telah berpengalaman di lingkungan Kementerian Keuangan, termasuk sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019.
Ia kembali menjabat Wakil Menteri Keuangan ketika dilantik pada 21 Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih.
Sebelumnya, Suahasil juga pernah menduduki posisi Kepala Badan Kebijakan Fiskal. Ia mulai menjabat pada 31 Oktober 2016 sebelum kemudian dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan pada 25 Oktober 2019.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)