Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BINUS University dengan sejumlah mitra. Kerja sama dilakukan bersama RSD Gunung Jati Cirebon, RS An-Nisa Tangerang, serta Teknologi Kedokteran ITS untuk mendukung proses pengembangan, validasi, dan implementasi hasil riset di bidang teknologi kesehatan.
Selain forum diskusi, festival juga menghadirkan HealthTech R&D Exhibition dengan tema “Affordable Health Technology Innovations for Inclusive and Sustainable Healthcare”.
Pameran tersebut menampilkan berbagai purwarupa, perangkat, serta hasil penelitian yang dikembangkan BINUS University melalui BINUS HealthTech Advanced Laboratory. Sejumlah institusi pendidikan dan penelitian turut terlibat, di antaranya ITB, UI, ITS, dan BRIN, bersama mitra industri seperti Halodoc, Medimedi, dan GTM.
Principal Investigator BINUS HealthTech Advanced Laboratory, Dr. Nur Afny Catur Andryani, mengatakan aspek keterjangkauan dan kemudahan akses perlu menjadi bagian dari pengembangan teknologi kesehatan.
“Inovasi teknologi kesehatan tidak hanya perlu unggul secara teknologi, tetapi juga mempertimbangkan affordability dan accessibility. Teknologi harus dapat diterapkan termasuk di daerah dengan keterbatasan sumber daya, tanpa mengurangi kualitas layanan,” kata Nur Afny.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)