UNPAM dan UNJ Kenalkan Guru SMA Keterampilan Digital Sebagai Bahan Ajar

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Minggu 16 Agustus 2026 17:35 WIB
Guru SMA dituntut lebih melek digital (Foto: Ist)
Share :

TANGERANG SELATAN — Transformasi digital pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat teknologi di sekolah, tetapi perlu diikuti dengan peningkatan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi secara pedagogis. 

Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim kolaborasi Universitas Pamulang (UNPAM) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru SMA dalam Pengembangan Media Pembelajaran Digital dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui Pemanfaatan Smartboard di Kota Tangerang Selatan.” Kegiatan dilaksanakan bersama guru-guru SMAS 1926 Kota Tangerang Selatan sebagai mitra program.

Rangkaian kegiatan pengabdian dilaksanakan secara bertahap pada 24 April, 11 Mei, 15 Mei, dan 26 Juni 2026. Pelaksanaan secara bertahap dirancang agar program tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pemahaman, melakukan praktik, menerapkan teknologi, serta mendapatkan pendampingan dan evaluasi. Pola tersebut diharapkan dapat membangun kompetensi guru secara berkelanjutan dalam mengembangkan pembelajaran digital sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Purwati Yuni Rahayu, S.Pd., M.Pd.;Heri Haerudin, S.Kom., M.Kom.; Kusworo, S.Pd., M.Pd.; Pradipa Taruni Niwasika; dan Dzaki Nurhadi. Kolaborasi UNPAM dan UNJ memadukan kompetensi dalam bidang pendidikan, teknologi informasi, pengembangan media, dan pembelajaran digital. Sinergi tersebut menjadikan kegiatan pendampingan tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis penggunaan perangkat, tetapi juga pada kemampuan pedagogis guru dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, guru memperoleh penguatan mengenai pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Ketiga prinsip tersebut diterjemahkan ke dalam desain media yang memfasilitasi pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru diajak mengubah paradigma bahwa media digital bukan sekadar sarana penyajian materi yang menarik secara visual, tetapi perlu dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang kontekstual, interaktif, kolaboratif, reflektif, dan mampu menstimulasi kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengembangan media pembelajaran digital sesuai mata pelajaran yang diampu masing-masing guru. Peserta dibimbing mulai dari merancang storyboard, menentukan aktivitas pembelajaran, mengembangkan konten digital, hingga mengintegrasikan media dengan smartboard. Melalui pendekatan learning by doing, guru memperoleh pengalaman langsung dalam menghasilkan media yang dapat diterapkan di kelas. Pemanfaatan smartboard juga diarahkan tidak hanya sebagai layar presentasi, tetapi sebagai sarana untuk mendukung presentasi siswa, diskusi, eksplorasi sumber belajar, aktivitas interaktif, dan refleksi.

Salah satu inovasi yang dihasilkan melalui program ini adalah D-Learn Media, platform digital berbasis web yang dirancang untuk membantu guru mengembangkan media pembelajaran sesuai mata pelajaran masing-masing. Platform ini membantu guru merancang media dengan mengintegrasikan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sehingga proses pengembangan media menjadi lebih sistematis dan berorientasi pada pengalaman belajar peserta didik. D-Learn Media dapat diakses melalui learnmedia.net/dashboard/media dan menjadi salah satu bentuk inovasi teknologi yang diberikan kepada sekolah mitra untuk mendukung keberlanjutan program.

Pelaksanaan kegiatan ini didukung melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, berdasarkan SK Kontrak Turunan Nomor 113/D5/SK/LPPM/UNPAM/VI/2026 tanggal 3 Juni 2026. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi perguruan tinggi dan sekolah dalam mendorong penerapan inovasi dan teknologi yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Melalui program ini, kolaborasi UNPAM, UNJ, dan SMAS 1926 Kota Tangerang Selatan diharapkan terus berkembang setelah rangkaian kegiatan pengabdian selesai. Guru diharapkan mampu secara mandiri mengembangkan dan berbagi media pembelajaran digital, memanfaatkan D-Learn Media, serta mengoptimalkan smartboard untuk menciptakan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Keberlanjutan tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem pembelajaran digital yang inovatif sekaligus memperkuat peran guru sebagai penggerak transformasi pembelajaran di sekolah.
 

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya