"Mahasiswa tidak perlu menunggu memiliki penghasilan besar untuk mulai mengatur keuangan. Biasakan menyusun prioritas, mengelola uang sesuai kebutuhan, dan menyisihkan dana sejak awal. Begitu pula saat memilih produk keuangan atau berinvestasi, pastikan setiap keputusan didasarkan pada tujuan, manfaat, risiko, dan kemampuan, bukan sekadar mengikuti tren atau Fear of Missing Out (FOMO),” kata Rista Zwestika, Financial Planner.
Program edukasi Fintech Academy by OVO terus memperluas jangkauannya di lingkungan perguruan tinggi sebagai upaya untuk membangun generasi muda yang lebih cakap secara finansial di era digital.
Sepanjang 2026, program ini telah hadir di Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Padjadjaran dengan total lebih dari 10.400 mahasiswa, dan akan berlanjut ke tiga kampus lain yang akan menjangkau total 600 mahasiswa di sepanjang 2026. Jumlah ini akan menambah total partisipan Fintech Academy sejak pertama kali diluncurkan di tahun 2021, menjadi lebih dari 16.000 mahasiswa di seluruh Indonesia.
Melalui kolaborasi bersama MoneyFestasi, OVO berharap edukasi ini dapat membantu mahasiswa membangun kebiasaan finansial yang sehat serta memanfaatkan layanan digital secara bijak dan bertanggung jawab seiring meningkatnya kebutuhan mereka akan berbagai layanan keuangan di era digital.
(Agustina Wulandari )