Hari Anak Nasional 2026 di MNC University: Puspadaya Bekali Guru SD DKI Jakarta Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Niko Prayoga , Jurnalis
Kamis 23 Juli 2026 11:56 WIB
Puspadaya Bekali Guru SD DKI Jakarta Wujudkan Sekolah Ramah Anak di MNC University. (Foto: Niko Prayoga/Okezone)
Share :

JAKARTA — Memperingati Hari Anak Nasional 2026, Pusat Layanan Perempuan, Anak, Disabilitas dan Pemberdayaan (Puspadaya) menggelar sosialisasi Sekolah Ramah Anak bagi para Kepala Sekolah Dasar (SD) se-DKI Jakarta. Acara digelar di Auditorium Rajawali MNC University, Jakarta Barat, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung terwujudnya Sekolah Ramah Anak di Jakarta sekaligus memperkuat kapasitas tenaga pendidik sebagai garda terdepan dalam pencegahan aksi perundungan (bullying), penguatan mental anak, serta penanganan kasus kekerasan di lingkungan sekolah.

1. Peringati Hari Anak Nasional

Acara peringatan Hari Anak Nasional ini dihadiri secara langsung oleh Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko dan Direktur PMB, Branding, dan Pemasaran di MNC University, Muhammad Rezki Oktavianoor. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan dari pihak pemerintah dan instansi pendidikan kepada Puspadaya dalam upayanya mewujudkan Sekolah Ramah Anak.

Plh Ketua Umum Puspadaya, Amykamila, mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan wujud komitmen Puspadaya untuk menjadi mitra sekolah, guru, dan pemerintah dalam memberikan pelayanan serta perlindungan khusus bagi anak-anak. Pendampingan tersebut mencakup aspek psikologis, penguatan mental, hingga pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

“Puspadaya ingin hadir di tengah-tengah masyarakat. Hari ini kita bersama guru-guru SD menyelaraskan layanan Puspadaya untuk melindungi anak. Kami ingin menjadi mitra strategis guru agar mereka tidak bingung saat menghadapi ancaman atau hal yang tidak menyenangkan. Salah satu fokus utama kami adalah memberikan layanan psikologis bagi korban bullying,” kata Amy saat diwawancarai, Kamis (23/7/2026).

Amy menuturkan, bullying menjadi fokus utama karena maraknya kasus yang terjadi. Menurutnya, Sekolah Ramah Anak harus mampu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa tanpa rasa takut. Terlebih, berdasarkan riset Puspadaya, terdapat 30 ribu kasus bullying yang dilaporkan secara daring dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

"Kami ingin mewujudkannya bersama dengan menjadi mitra sekolah. Apapun yang terjadi, sekolah harus tetap menjadi tempat yang ramah bagi anak. Jangan sampai karena satu kasus, suasana belajar menjadi tidak nyaman bagi anak-anak lain. Kami menempatkan guru sebagai saksi dan tonggak utama untuk melindungi para korban,” ucap dia.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya