SEMARANG - Agama memiliki peran besar dalam mengatasi sebuah fenomena baru yang disebut Polikrisis.
Fenomena polikrisis disampaikan Dora Marinova seorang profesor dari Curtin University, Perth, Australia di plenary session 1 Annual International Conference of Islamic Studies (AICIS) ke-23 di UIN Walisongo Semarang, Jumat (2/2/2024).
Menurut Dora, manusia kini berada di tengah era polikrisis di mana penuh dengan malapetaka mulai dari perang hingga krisis ikllim.
Polikrisis adalah masa yang penuh perselisihan, kebingungan, atau penderitaan yang disebabkan oleh sejumlah masalah berbeda yang terjadi pada waktu yang bersamaan sehingga memiliki dampak yang sangat besar.
“Agama memiliki peran penting dalam mengatasinya,” ujar Dora.
Dia menjelaskan bahwa sederet persoalan seperti perang, perubahan iklim, polusi plastik, penyebaran bahan kimia beracun, pencemaran lingkungan, dan hilangnya keragaman hayati adalah bagian dari polikrisis.