Benarkah AI Buka Peluang Kecurangan dalam Pendidikan? Ini Cara Mencegahnya

Timothy Gishelardo, Jurnalis
Rabu 22 November 2023 09:08 WIB
Mengetahui manfaat AI dalam dunia pendidikan (Foto: Freepik)
Share :

Timothy

 

JAKARTA Artificial intelligence (AI) memiliki pengaruh yang begitu besar terhadap kehidupan manusia. Termasuk di dalam dunia pendidikan, menarik untuk dilihat bagaimana peran AI dalam membantu para pelajar untuk dapat memaksimalkan potensi dari AI itu sendiri. Ancaman atau tantangan? Benarkah AI membuka peluang kecurangan?

Melansir dari ensiklopedia umum Britannica, Rabu (22/11/2023), kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah kemampuan komputer digital atau robot yang dikendalikan komputer untuk melakukan tugas-tugas yang umumnya dikaitkan dengan makhluk cerdas. Meski memiliki banyak dampak untuk kehidupan manusia, AI sendiri dirasa masih belum dapat dimanfaatkan secara maksimal dan menyuluh.

 BACA JUGA:

Bagaimana peran AI dalam pengimplementasiannya di dunia pendidikan juga turut menjadi bahasan di dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan di Universitas Binus Anggrek pada Selasa (21/11/2023). Head of Computer Science Departemen Binus Derwin Suhartono manfaat AI dalam proses belajar mengajar di dunia pendidikan.

“Sebenarnya saya selalu mengajak untuk kita itu jalan bersamaan dengan AI. Jadi, jangan kita melawan AI sehingga kita bisa meningkatkan kualitas belajar kita,” jelasnya.

 

Manfaat AI

Derwin juga menjelaskan bahwa terdapat beragam manfaat positif dari pemanfaatan berbagai tools yang didasari dengan teknologi AI. Salah satu tools seperti google translate yang dapat membantu proses belajar ketika berhubungan dengan aspek penerjemahan bahasa. Selain google translate, Derwin juga menjelaskan bahwa kualitas penulisan seseorang juga dapat dimaksimalkan jika memanfaatkan teknologi ‘BOT’.

Ancaman Kecurangan

Tetapi, dengan kemajuan teknologi yang ada, hal tersebut juga akan menimbulkan dampak yang negatif juga yang mengikutinya. Terdapat potensi adanya kecurangan yang dilakukan para peserta didik yang menyalahgunakan teknologi tersebut dalam proses pembelajaran. Potensi tersebut harus disadari oleh para orangtua dan juga para pengajar.

“Kalau mahasiswa tagu yang seperti itu, dosennya harus tau dong. Kan bahaya tuh kalau gak tahu tuh, nanti nilainya seratus semua,” ujar Derwin ketika membahas mengenai pentingnya literasi mengenai AI yang harus juga dimengerti oleh para pengajar pendidikan.

 BACA JUGA:

Kehadiran teknologi AI seperti Chat GPT, sebuah AI yang memiliki cara tanya-jawab pemberian informasi dalam format percakapan. Tidak sedikit pelajar yang menyalahgunakan teknologi tersebut untuk menggapai ‘jalan pintas’ dalam mengerjakan tugas maupun ujian.

Oleh karena itu, perlu adanya pemerataan literasi mengenai AI untuk dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara maksimal. Perlu adanya kepekaan dari para pemberi ilmu seperti guru atau dosen dalam proses pengajaran.

 

Cara Mencegah Kecurangan

Para pengajar dapat memakai beberapa aplikasi seperti GPTZero, AI2 Grover Detect, atau Originality AI untuk mengidentifikasi potensi plagiarisme yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Berbagai software diatas dapat mendeteksi sebuah teks yang dihasilkan oleh AI, sehingga dapat mengurangi adanya potensi kecurangan ataupun plagiarisme.

Hal tersebut juga menjadi bahan pertimbangan yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah jika membahas mengenai regulasi dari penggunaan AI. Di Indonesia sendiri, belum ada regulasi tetap mengenai pemakaian teknologi AI. Undang-undang mengenai AI di Indonesia masih tergabung di dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

(Marieska Harya Virdhani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya