Sementara pada kategori G (Popular, Folk, Gospel, Barbershop, Jazz, and Modern Ensemble) TRCC menampilkan lagu Guapparia, sebuah lagu karya Libero Bovio yang dipopulerkan oleh penyanyi Italia Mario Merola. Lagu tersebut diaransemen secara khusus untuk TRCC oleh Vatara A. Silalahi.
Selain lagu tersebut, TRCC membawakan lagu Steal Away, sebuah lagu berjenis Afro-American Spiritual yang di arransemen untuk paduan suara sejenis oleh komposer Amerika Gwyneth Walker. Lagu tersebut merupakan salah satu dari beberapa lagu yang diiringi dengan piano oleh pianis Daniel Adipradhana. Di kategori ini juga, TRCC menampilkan lagu tradisional Indonesia yang berasal dari Minang berjudul Tak Tong Tong yang di arransemen oleh Fero Aldiansya Stefanus. Dengan berbalut kostum yang terinspirasi dari baju tradisional Minang, TRCC tampil dipimpin oleh konduktor Rainier Revireino.
Setelah berkompetisi pada kedua kategori tersebut, TRCC terpilih sebagai salah satu peserta yang maju ke babak Grand Prix untuk berkompetisi bersaing dengan 6 paduan suara lainnya, yaitu Bitung City Chorale, Cantoria Universidad De Puerto Rico en Arecibo, Chamber Choir of The Academy Music - University of East Sarajevo, Kem B’ix, Mahidol University Choir dan North Sulawesi GMIM Male Choir.
Pada babak grand prix, TRCC menampilkan dua buah lagu yaitu Gnothi Safton, sebuah lagu berbahasa Yunani karangan komposer Amerika Jim Populis, dan sebuah lagu yang merupakan karya orisinil untuk paduan suara anak, dari komponis Fero Aldiansya Stefanus berjudul 137 Hip Street.
Menurut Direktur Artistik TRCC, Avip Priatna, pencapaian TRCC kali ini adalah sesuatu yang sangat istimewa, mengingat tim TRCC yang kali ini berlomba adalah para anggota yang relatif baru.
"Angkatan yang ketika awal latihan mengalami dampak pandemi Covid-19, sehingga latihan lebih banyak dilakukan secara online, saling berkirim video dan tidak bisa mengenal teman sesama timnya secara lebih akrab karena tidak dapat bertemu langsung," kata Avip dalam keterangannya.
Selain itu, angkatan tersebut pertama kalinya mengikuti kompetisi di luar negeri. Dan ia pun bersyukur bahwa berkat kerja keras dan semangat yang luar biasa, dengan segala tantangan yang ada.
"Anak-anak ini tetap dapat memberikan hasil yang maksimal. Semoga ke depan angkatan baru ini juga dapat melanjutkan tradisi TRCC, yaitu senantiasa membawa harum nama Indonesia di kancah internasional," tuturnya.
(Awaludin)