Gaungkan Misi Budaya, Komunitas Tari FISIP UI Siap Melenggang ke Festival Du Sud

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 22 Mei 2023 09:07 WIB
Kontingen Misi Budaya Eropa 2023. (Foto: dok KTF UI)
Share :

JAKARTA - Komunitas Tari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (KTF FISIP) Universitas Indonesia Radha Sarisha akan mengikuti Festival Du Sud yang akan diadakan di Perancis dan Spanyol, pada Juli - Agustus mendatang.

“Selama proses latihan misi budaya, aku belajar bahwa menari bukan hanya tentang berusaha memenuhi keharusan-keharusan untuk menjadi penari yang sempurna di atas panggung, tetapi juga tentang mengasihi, ikhlas, dan bebas,” ujar Narita, anggota kontingen Misi Budaya Komunitas Tari FISIP UI ke Eropa.

Festival Du Sud merupakan salah satu festival seni budaya paling penting di Eropa. Menampilkan 1.200 penari dan musisi dari 18 negara, Festival Du Sud ditonton oleh lebih dari 50.000 orang.

Misi budaya yang akan diikuti sejumlah 32 mahasiswa FISIP UI ini akan membawakan musik dan tari kreasi dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu karya-karya dari Imam Firmansyah dan Jamilah Siregar, di antaranya Tari Kembang Molek dari Betawi, Tari Enggang Lato dari Kalimantan, dan Tari Zapin Kasmaran dari Melayu.

Menurut project officer Edina Rafi Zamira, misi budaya ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya Indonesia dan mempromosikan pariwisata Indonesia melalui pertukaran budaya dan menampilkan kesenian tradisional kepada komunitas seni budaya internasional. Sebelumnya, KTF UI telah berhasil melaksanakan 9 misi budaya ke 14 negara dan lebih dari 30 festival.

 

Parade kontingen Misi Budaya Eropa KTF UI 2016. (Foto: dok KTF UI)

Dekan FISIP UI Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto menyampaikan dukungannya untuk kesuksesan program misi budaya. Prof. Aji juga berharap bahwa misi budaya ke Festival Du Sud dapat memperkenalkan kebudayaan dan nilai-nilai bangsa Indonesia yang lebih luas melalui tari tradisional yang akan ditampilkan.

Harapan Prof. Aji tersebut diamini oleh kontingen misi budaya. Bagi Narita, proses latihan rutin yang sudah dijalankannya selama tujuh bulan terakhir menunjukan bahwa menari bukan hanya sekadar menggerakan tubuh, tetapi sebuah proses pembelajaran tentang hidup yang bermakna.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya