JAKARTA - Bunga tidur alias mimpi merupakan hal rumit. Kadang manusia bisa mengingat sebuah mimpi dengan detail, bisa juga melupakan mimpinya semalam.
Kondisi lupa akan mimpi dialami banyak orang. Dikutip dari Scientific American, Minggu (23/4/2023), otak manusia lebih baik dalam mengidentifikasi warna daripada suara.
Kemampuan untuk mengidentifikasi frekuensi cahaya yang tepat terkait dengan warna yang sebenarnya lebih baik daripada kemampuan kita untuk memberi nama nada. Persepsi manusia tentang cahaya tergantung pada konteksnya.
Contohnya saja, ketika Anda pergi ke toko cat dan memilih warna putih, namun saat tiba di rumah justru yang Anda bawa adalah warna merah muda. Hal ini terjadi karena cahaya yang ada di sekitar toko cat berbeda dari rumah Anda.
BACA JUGA:
Banyak orang yang merasa mereka lebih mahir dalam mengidentifikasikan warna, karena warna yang mereka kenal pada sebuah objek tertentu tidak berubah.
Namun, ketika mendengar dan mengidentifikasi suara, manusia pun memiliki kemampuan yang luar biasa untuk membedakan jenis suara yang berbeda. Misalnya, manusia dapat membedakan suara wanita dan pria walaupun dengan mata yang tertutup.
Lalu, mengapa mimpi bisa hilang dalam ingatan setelah terbangun? Ternyata, hal ini bisa terjadi karena kondisi neurokimia di otak yang terjadi saat tidur. Saat manusia bermimpi ketika tidur, hormone norepinephrine terhenti produksinya.
BACA JUGA:
Padahal, hormone norepinephrine adalah hormon yang terdapat pada korteks cerebral, yang berfungsi mengelola memori, pikiran, bahasa dan kesadaran seseorang.
Kondisi tersebut juga dijelaskan oleh Ernest Hartmann, seorang professor psikiatris dari Tufts University School of Medicine.
Sementara, jurnal American Journal of Psychiatry yang diterbitkan pada 2002 juga mendukung teori yang menyatakan hormone norepinephrine meningkatkan daya ingat manusia dan kekurangan norepinephrine dapat membuat manusia lupa akan mimpi-mimpinya ketika tidur.