Pakar Unair Sebut Mudik Alami Pergeseran Roh: dari Melepas Rindu jadi Pamer Social Life

Muhammad Fadli Rizal, Jurnalis
Jum'at 21 April 2023 16:58 WIB
Ilustrasi (Antara)
Share :

SURABAYA - Perjalanan pulang dari tanah perantauan alias mudik menjadi hal yang ditunggu-tunggu banyak orang. Pulang ke tanah kelahiran dan bertemu sanak saudara demi melepas rindu.

Namun, Dosen Departemen Sejarah Universitas Airlangga (UNAIR), Moordiati SS MHum, mengungkap ada pergeseran makna dalam perjalanan mudik Lebaran.

Moordiati menilai istilah mudik dalam perkembangannya juga mengalami perubahan. Seiring dengan tradisi lebaran, mudik diasosiasikan dengan istilah Jawa mulih dhisik yang artinya ‘pulang dulu’.

“Seiring dengan adanya tradisi lebaran, orang-orang mengatakan istilah mudik itu mulih dhisik, serapan dari bahasa Jawa. Ini masuk akal mengingat banyak orang Jawa yang merantau dan melakukan mudik saat lebaran,” tuturnya.

 BACA JUGA:

Selain itu, perubahan esensi mudik juga terpengaruh oleh dinamika sosial dan perubahan zaman. Menurut Moordiati, fenomena mudik dulu dan kini telah mengalami perubahan esensi.

Dosen yang aktif mengkaji sejarah kota, gender, dan kesehatan itu menekankan bahwa pada tahun 60-an hingga 80-an, ‘roh’ dari fenomena mudik sangat jelas terlihat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya