Zaman Dulu Katak Sempat Digunakan Sebagai Tes Kehamilan Manusia, Bagaimana Penjelasan Ilmiahnya?

Natalia Bulan, Jurnalis
Senin 06 Februari 2023 07:48 WIB
Ilustrasi/Freepik
Share :

Tetapi tes kehamilan baru secara aktif ditemukan pada saat yang sama, dan akhirnya bertahan selama lebih dari dua dekade.

'Tes Hogben' dimulai pada tahun 1930, ketika ahli biologi Inggris bernama Lancelot Hogben mulai mencari apa cara untuk penelitian hormon dan akhirnya menemukannya dengang menggunakan Katak bercakar Afrika, atau Xenopus laevis.

Katak: tes kehamilan pertama yang andal dan dapat digunakan kembali

Saat mengajar di Afrika Selatan, Hogben mengetahui bahwa katak Xenopus peka terhadap perubahan hormon.

Secara khusus, Hogben mencatat bahwa menyuntikkan katak sehat dengan ekstrak hipofisis dari yang lain dapat memicu ovulasi dalam hitungan jam.

Hal tersebut dijelaskan dalam tinjauan sejarah yang diterbitkan oleh ilmuwan John B. Gurdon dan Nick Hopwood dalam International Journal of Develomental Biology.

Peneliti lain mengetahui penelitian Hogben dan menemukan bahwa katak Xenopus dapat berfungsi sebagai tes kehamilan sederhana. Perlombaan untuk menguasainya dimulai.

Jadi pada tahun 1937, Hogben dan ahli genetika hewan Francis Albert Eley Crew mengimpor 1.500 katak Xenopus ke Inggris dari Afrika Selatan.

Dalam dua tahun, tim mereka menemukan cara memelihara katak di laboratorium (tantangan awal terbesar tes), dan menjadikan 'Tes Hogben' sesuatu yang mudah dipesan oleh dokter.

"Biasanya mengambil urin wanita, menyuntikkannya ke bagian belakang katak, dan jika katak bertelur 12 hingga 24 jam kemudian, Anda tahu wanita itu hamil," jelas Marko Horb, yang mengarahkan National Xenopus Resource yang didanai NIH di Woods Hole, Massachusetts.

Dia menambahkan bahwa katak pada dasarnya adalah pendahulu dari tes kehamilan di rumah.

Katak membuat tes kehamilan yang bagus karena beberapa alasan.

Pertama, mereka hanya membutuhkan satu suntikan urin wanita pada satu hewan, sedangkan tes AZ membutuhkan dua suntikan sehari selama tiga hari hingga lima hewan pengerat, menurut Gurdon dan Hopwood.

Kedua, katak betina Xenopus hanya akan bertelur dalam beberapa jam setelah terpapar hCG - hewan tersebut tidak perlu dikorbankan, dan faktanya dapat digunakan kembali berulang kali.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya