Wakil Bendahara DPP PII Minta Indonesia Negara Lain Desak China Terima Bantuan Penanganan Covid-19

Fatmawati, Jurnalis
Jum'at 06 Januari 2023 11:46 WIB
Ilustrasi/MPI
Share :

JAKARTA - Pemerintah China saat ini sedang menekan angka penyebaran Covid-19, yang kian hari terus meningkat.

Tingginya penyebaran khususnya infeksi virus, tentunya menjadi ancaman kematian yang harus dihadapi oleh rakyat China, setelah kebijakan zero Covid-19 yang diambil Presiden Xi Jinping gagal total.

Gagalnya kebijakan zero Covid-19 yang salah satunya tidak diimbangi dengan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan rakyat, akhirnya menimbulkan gejolak serta berbagai permasalahan sosial, sehingga masyarakat melakukan demo besar-besaran di seluruh wilayah negara.

 BACA JUGA:Menkes Klaim Vaksinasi Berhasil Turunkan Kasus Covid-19 di Indonesia

Seperti pepatah ‘buah simalakama’, pencabutan pembatasan aktivitas warga yang semula sangat ketat namun akhirnya dilonggarkan oleh pemerintah China, diprediksi sejumlah ahli akan mengakibatkan ledakan kasus kematian lebih dari satu juta orang selama 2023.

 

Tidak sedikit yang mempertanyakan mengapa otoritas Tiongkok yang dikontrol penuh oleh Partai Komunis China terkesan melakukan pembiaran atas salahnya kebijakan penanganan Covid-19, sehingga kondisi bangsa dan negara terpuruk, hingga saat ini.

 BACA JUGA:Hong Kong Cabut Larangan Impor Hamster pada Pertengahan Januari 2023, Bisa Dijual jika Tes Covid Negatif

Dicabut atau dilonggarkannya beberapa kebijakan, membuat Tiongkok saat ini mengalami lonjakan infeksi, dengan kekhawatiran 1,4 miliar populasi di Tiongkok terpapar Covid-19, khususnya selama liburan Tahun Baru China atau Imlek.

Melihat prediksi tingginya angka kematian rakyat China akibat kebijakan salah yang diambil Presiden Xi Jinping, Dewan Pimpinan Pusat Pelajar Islam Indonesia (DPP PII) meminta negara-negara dunia khususnya Indonesia untuk mendesak China agar mau membuka diri dan menerima bantuan negara luar dalam menangani Covid-19 di Tiongkok.

Wakil Bendahara DPP PII, Furqan Raka mengatakan ancaman kematian di awal tahun 2023 serta musim dingin ini, sudah di depan mata dan harus dihadapi oleh rakyat China.

“Pertama, prediksi tingginya angka kematian rakyat China ini cukup akurat karena diperoleh dari hasil riset dan kajian Institute of Health Metrics and Evaluation (IHME) yang berbasis di Amerika Serikat,” kata Furqan Raka lepada Wartawan, Jumat (6/1/2023).

Dia mengutip pernyataan Direktur IHME, Christopher Murray, yang menyebut puncak kematian di China akibat Covid-19 mencapai puncaknya sekitar 1 April di angka 322.000 orang, dan sekitar sepertiga populasi China akan terinfeksi pada saat itu.

Pakar lain memperkirakan sekitar 60 persen populasi China pada akhirnya akan terinfeksi, dengan puncaknya diperkirakan pada awal 2023, dimana tua dan mereka yang memiliki penyakit pemberat sebelumnya, sangat rentan terpapar dan meninggal akibat Covid-19.

“Anehnya, Beijing tetap menolak bantuan negara dunia khsususnya vaksin yang lebih ampuh ketimbang buatan Tiongkok, untuk menyelamatkan nyawa warga China,” ujar Furqan Raka.

Bukan hanya mematikan populasi rakyatnya, kebijakan salah yang diambil Xi Jinping ini juga berimbas pada sendi-sendi perekonomian Tiongkok.

Hal ini dapat diketahui dari menurunnya produk domestik bruto (PDB) China yang kian merosot, selama kebijakan zero covid yang di berlakukan pada semua wilayah negara, oleh Presiden Xi Jinping.

“Lihat saja produk domestik bruto (PDB) Tiongkok sudah menyusut 2,6% dan rekor pengangguran naik menjadi 20% akibat kebijakan malapetaka Xi Jinping,” tutur Furqan Raka.

Dia juga menilai tindakan tersebur dapat menghancurkan perekonomian China, seperti prediksi Kepala eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva, yang menyatakan ke khawatirannya ketika mengetahui terjun bebasnya ekonomi China akhir-akhir ini.

IMF memperkirakan ekonomi China tidak akan tumbuh lebih dari 2,3 persen di 2022, tingkat di bawah rata-rata global.

DPP PII mengimbau agar seluruh negara-negara-negara dunia khususnya Indonesia, untuk bersatu padu menyelamatkan rakyat China dari jurang kematian yang jelas berada di hadapan mereka.

“Jelas Xi Jinping di Partai Komunis sudah tak lagi mampu menangani masalah Covid-19 di China,” ujar Furqan Raka.

“Mari kita selamatkan rakyat, khususnya kolega kami, para pelajar China yang saat ini mungkin bingung melihat ketidakberdayaan Xi Jinping menyelamatkan nyawa rakyat Tiongkok,” pungkas Furqan Raka.

(Natalia Bulan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya