JAKARTA - Setiap orang pasti pernah merasa di titik ambyar dalam hidup dan seperti kisah bencana kotak pandora yang menyisakan senjata penangkalnya yaitu harapan, manusia pun dapat menangani semua kekacauan dengan secercah harap esok hari akan lebih baik.
Berangkat dari sana buku karya penulis sekaligus blogger asal New York ini akan membahas cara pandang baru tentang harapan tersebut.
Harapan sendiri diartikan Mark “bersifat transaksional, sebuah tawar-menawar antara perilaku seseorang saat ini dengan sesuatu hal yang dikhayalkan, suatu masa depan yang menyenangkan” (hlm 203).
Buku ini memperlihatkan kepada pembacanya bahwa tindakan berharap bukan hanya tentang berlaku pamrih namun juga bertindak semacam kekanak-kanakan.
Bagaimana tidak kekanak-kanakan? Contohnya ketika seseorang jatuh cinta kepada orang lain maka ia pasti berharap menerima sesuatu dari orang yang dicintainya berupa cinta kembali, ini semacam wadah pertukaran perasaan.
Eits, namun orang dewasa harusnya tidak seperti itu, orang dewasa akan merdeka begitu saja memberi apa pun tanpa mencari imbalan karena jika begitu maka akan menghancurkan hakikat tujuan pemberian itu.