Setelah menamatkan pendidikan tingginya, Febri kemudian bergabung dalam Indonesia Corruption Watch (ICW).
Organisasi ini berisi orang-orang yang berkomitmen tinggi untuk memberantas korupsi.
Wadah ini sangat cocok dengan cita-cita Febri karena ia dapat menyalurkan aspirasi kritisnya terhadap persoalan mafia peradilan.
Di ICW, Febri masuk ke dalam tim program monitoring hukum dan peradilan.
Pada 2012, Febri dianugerahi Charta Politika Award dalam kategori pengamat karena ia dianggap sebagai orang paling berpengaruh pada tahun 2011.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Febri terkait dengan keaktifannya menulis di beberapa surat kabar terkemuka dan ia juga kerap diundang dalam acara talkshow televisi sebagai aktivis dan pengamat hukum.
Nama Febri semakin banyak dikenal oleh masyarakat, terlebih ketika ia menjadi Juru Bicara KPK dan Kepala Biro Humas KPK pada Desember 2016.
Sebelumnya, Febri telah beberapa tahun berkarier di KPK. Ia mengawali karier di KPK sejak 2013 di Direktorat Gratifikasi.
Tetapi pada September 2020 Febri resmi mengundurkan diri dari KPK terkait dengan kondisi internal KPK pasca disahkannya revisi UU KPK. Lepas dari status pegawai KPK, Febri menekuni profesinya sebagai pengacara.
(Natalia Bulan)