"Itu memang milik provinsi, namun saya minta tenaga yang kita punya untuk di bantuan di sana untuk mendampingi anak-anak kita. Ada juga orang tua yang anaknya butuh terapi wicara, saya juga sudah telpon Direktur RSUD Kabupaten Bangka Tengah untuk segera mencari tenaga tersebut," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Bangka Tengah, Iskandar mengungkapkan dengan keberadaan program ini tentunya diharapkan anak-anak dengan kebutuhan husus ini dapat lebih terpantau dengan baik pendidikannya.
"Dari program ini nantinya kita dapat lebih menyatukan program pendidikan PAUD, SD, SMP dan SMA bagi anak berkebutuhan husus. Kami berharap kalau pendidikan anak-anak berkebutuhan husus ini sudah terbina dengan baik mulai tingkat PAUD, maka kompetensi pendidikanya hingga tingkat SMP hingga SMA dapat terjaga dengan baik. Syurkur Bupati mendukung kegiatan ini sangat baik, tinggal kita kerjasa dengan SLB dan lembaga-lbaga lainya," ujar Iskandar.
Ditambahkan Iskandar jika di Kabupaten Bangka Tengah telah memiliki sekolah-sekolah khusus yang memiliki klas inklusi, ketika di sekolah ini menerima anak-anak berkebutuhan husus dengan katagori ringan untuk mengenyam pendidikan bersama anak-anak reguler.
"Sebenarnya kita memiliki sekolah dengan klas inklusi, tapi kalau anak berkebutuhan khusus berat, maka kita masukan ke SLB dengan guru-guru khusus. Tapi kita berikan pelatihan-pelatihan kepada pendidik ini untuk dapat mendampingi anak-anak kita berkebutuhan khusus ini," ujarnya.
(Natalia Bulan)