JAKARTA - Asam asetat adalah senyawa kimia organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam, berbentuk cairan jernih tidak berwarna, dan memiliki aroma yang tajam serta korosif terhadap logam dan jaringan.
Nama lain dari asam asetat adalah asam etanoat, asam metilat, asam metanakarbosilat, atau yang dikenal di masyarakat sebagai asam cuka.
Asam asetat memiliki rumus empiris C2H4O2 atau sering ditulis dalam bentuk CH3COOH dengan molekul berat 60,05 g/mol.
Dilansir dari lama Dosenpendidikan, asam asetat merupakan salah satu produk industri yang banyak dibutuhkan di Indonesia.
Pembuatan asam asetat bisa menggunakan berbagai substrat yang mengandung etanol, yang dapat diperoleh dari berbagai macam bahan seperti buah-buahan, kulit nanas, pulp kopi, dan air kelapa.
Hasil dari fermentasi asam asetat sering juga disebut sebagai vinegar, berasal dari bahasa Prancis yang memiliki arti sour wine.
Asam asetat juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit serta mudah terbakar terutama asam asetat murni.
Asam asetat juga memiliki sifat fisika dan kimia yang ada di dalamnya, berikut adalah sifat-sifat fisika dan kimia yang dimiliki asam asetat, sesuai dengan yang dilansir dari laman Sainspedia:
Sifat Fisika Asam Asetat, yaitu:
- Tidak berwarna
- Berbentuk cairan jernih
- Berbau menyengat
- Berasa asam
- Titik beku 16,6ºC
- Titik didih 118,1ºC
- Larut dalam alkohol, air, dan eter
- Asam asetat tidak larut dalam karbon disulfida.
Sifat Kimia Asam Asetat, yaitu:
- Asam asetat memiliki rumus molekul CH3COOH dengan bobot molekul 60,05.
- Asam asetat mengandung tidak kurang dan tidak lebih 36,0 %b/b – 37,0 %b/b C2H4O2.
- Asam asetat mudah menguap di udara terbuka
- Mudah terbakar
-Menyebabkan korosif pada logam. Asetat larut dalam air dengan suhu 20ºC, etanol (9,5%) pekat, dan glisorel pekat.
- Asam asetat jika diencerkan tetap bereaksi asam
- Penentuan kadar asam cuka atau aset biasanya dengan basa natrium hidroksida, dimana 1 ml natrium hidroksida 1N setara dengan 60,05 mg CH3COOH.
(Natalia Bulan)