"Tujuan kita untuk mengejar program bebas karies (kondisi rusaknya struktur dan lapisan gigi atau gigi berlubang-red) pada 2030," katanya.
Ia menambahkan kegiatan sosialisasi menyikat gigi ini dilaksanakan tiap tahun, bahkan ada dua program yakni HKGN dan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN).
"Hanya kalau BKGN dilaksanakan sesuai penunjukan Pengurus Besar PDGI. Jadi tidak semua cabang melaksanakannya, hanya yang ditunjuk saja," katanya.
Didi mengimbau kepada masyarakat agar membiasakan diri menyikat gigi dua kali sehari, sebelum dan setelah tidur.
Kemudian memeriksakan gigi ke dokter gigi paling tidak enam bulan sekali.
Dia menambahkan, untuk program PDGI Ketapang hingga ke kecamatan-kecamatan di Ketapang belum ada.
Lantaran terkait sumber daya manusia dan finansial untuk melaksanakannya.
"Tapi kalau ada sponsor misalnya perusahaan mau mengadakan kegiatan seperti ini, kemudian mau melibatkan PDGI Ketapang, kita siap. Tapi tentu tidak bisa mendadak, harus dijadwalkan dan direncanakan dahulu," kata Didi Murtiadi.
Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Pemkab Ketapang, Edi Radiansyah mengatakan kesehatan gigi dan mulut tidak kalah pentingnya dengan kesehatan fisik secara umum, karena kondisi rongga mulut yang tidak bersih akan menyebabkan gigi mudah berlubang dan masalah lainnya.
"Kita semua harus sadar akan pentingnya menggosok gigi agar rongga mulut selalu bersih. Namun sangat disayangkan bahwa masih banyak yang menyepelekan dan kurang memperhatikan hal ini," katanya.