Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Utara, Rofiqoh, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wadah bagi para pelajar Jakarta Utara untuk mengaktualisasikan minat, bakat, dan kemampuan dalam kesenian, sekaligus ikut melestarikan seni budaya.
Dalam laporannya, Rofiqoh, menyebut terdapat 934 pelajar yang mengikuti kegiatan kompetisi rutin berjenjang ini.
“Adapun peserta dari kompetisi adalah para pelajar dari sekolah formal negeri dan swasta di Jakarta Utara yang memenuhi syarat dan ketentuan lomba yang ditetapkan, dengan jumlah peserta kurang lebih 934 pelajar, TK kurang lebih 155 orang, SD 244 orang, SLTP 367 orang, dan SLTA diikuti oleh kurang lebih 168 orang," tutur Rofiqoh.
Terdapat delapan kategori yang dikompetisikan, antara lain lomba menggambar (TK perorangan), lomba kreasi daerah (TK grup), lomba kreasi daerah (SD grup), lomba kreasi daerah (SLTP grup), lomba paduan suara (SD grup), paduan suara (SLTP grup), lomba musikalisasi puisi (SLTA grup), dan lomba vokal grup (SLTA). Setiap pemenang akan menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan.
Rofiqoh mengimbau kepada para pemenang untuk lebih giat berlatih karena ke depannya akan membawa nama Kota Jakarta Utara di tingkat provinsi.
“Juara 1,2, dan 3 hasil seleksi tingkat wilayah Kota akan mengikuti kompetisi di tingkat provinsi yang akan dilaksanakan pada bulan November 2022,"kata Rofiqoh.
Dewan juri yang akan memberikan penilaian dalam kompetisi ini terdiri dari Universitas Negeri Jakarta, Asosiasi Komunikasi Musisi Indi Kreatif, serta para pakar dan praktisi seni profesional.
(Natalia Bulan)