"Itu sebabnya kami menghentikannya dan alih-alih fokus pada bakat inti, penalaran logis, numerasi, dan literasi. Bertanya kepada siswa tentang situasi dan apakah mereka memahami apa yang terjadi dalam situasi ini? Meminta mereka untuk memecahkan suatu masalah, dalam pertanyaan kontekstual yang nyata," tambahnya.
Ia menambahkan bahwa keterampilan-keterampilan yang ia sebutkan tadi itulah yang menurutnya benar-benar penting untuk diajarkan kepada siswa dan difokuskan pada sistem pendidikan.
Robbert Dijkgraaf kemudian melanjutkan obrolan mereka dengan menyampaikan pertanyaan, apakah menghapus sistem Ujian Nasional ini adalah kebijakan yang dibanggakan oleh Nadiem Makarim dan menjadi tiga besar kebijakannya.
"Saya akan mengatakan itu yang paling populer, tetapi mereka tidak mengalaminya, jadi mereka agak menyesalinya. Saya pikir, karena mahasiswa sudah di universitas pada saat itu, tetapi adik-adik mereka pasti sangat senang, bahwa itu (UN) tidak ada lagi," jawab Nadiem mengacu kepada pelajar-pelajar yang sudah menjadi mahasiswa.
Diketahui, Nadiem Makarim sudah resmi menghapus UN sejak tahun 2021. Pertimbangan penghapusan UN dan ujian kesetaraan 2021 ini terkait kondisi penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat.