"Saya juga tidak menyangka karena saat pendaftaran saja ternyata sudah sangat berat karena banyak banget berkat-berkas yang harus diisi. Saya tidak mengira kalau berkas itu akan ada sebanyak itu. Jadi untuk adik-adik yang ikut itu harus lebih mempersiapkan lagi berkas-berkasnya," ujar Vania.
Kendala sempat dialaminya karena sebelum tes wawancara, dia mengalami kecelakaan sehingga kesulitan berbicara lantaran menderita pergeseran rahang.
Meski begitu dia berusaha semampunya dan akhirnya tahap ini bisa dilewati dengan baik.
Perjuangan semakin berat saat seleksi di tingkat nasional karena harus bersaing dengan peserta-peserta hebat dengan berbagai prestasi seperti atlet dan lainnya.
Panitia memilih 75 peserta terbaik, kemudian menjaring lagi menjadi 70 orang yang terpilih.
Vania sangat bersyukur karena termasuk dalam empat orang yang terpilih dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Vania sangat bersyukur kepada Tuhan serta berterima kasih kepada kedua orang tuanya yang selalu mendukung.
Ayah dan ibunya tidak bosan selalu mengingatkan dirinya untuk disiplin dalam mempersiapkan diri.
Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh guru dan pihak sekolah serta teman-teman yang sangat mendukungnya.
Bantuan dan dukungan itu sangat membantunya sehingga bisa mencapai posisi tersebut.
Tidak lupa dia menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah daerah, khususnya Bupati Kotawaringin Timur yang sangat mendukung langkahnya.
Dia berharap keikutsertaan dalam program pertukaran pemuda internasional ini juga akan membawa dampak positif bagi daerah ini.
Vania berharap keberadaannya nanti bisa lebih memperkenalkan Indonesia di luar negeri dengan berbagai potensinya, termasuk kebudayaan dan pariwisata.
Harapannya akan membawa dampak positif bagi negara dan daerah ini.