Secara lebih rinci, kebijakan ini menyatakan bahwa murid dilarang menggunakan HP di dalam lingkungan sekolah (atau kegiatan belajar di luar sekolah seperti kegiatan olahraga atau study tour).
Murid juga tidak diperbolehkan untuk menyambungkan HP mereka dengan internet.
Namun, seluruh kebijakan ini kemungkinan mempunyai pengecualian untuk anak berkebutuhan khusus.
Guru di Prancis akan menyita HP murid apabila mendapati muridnya menggunakan HP ataupun mendengar dering HP di kelas.
HP akan disita selama sehari hingga seminggu. Murid dapat mengambilnya kembali setelah menghadap kepada kepala sekolah).
Terkadang, murid yang melanggar bahkan dapat skors.
2. Australia
Sama seperti Prancis, Australia juga memberlakukan kebijakan larangan HP di sekolah pada September 2018 lalu.
Kebijakan ini mulai dari sekolah-sekolah di bagian New South Wales. Setelahnya, pada 2020, seluruh siswa di sekolah umum daerah Tasmania dan Victoria turut memberlakukan larangan HP.
Kebijakan ini diberlakukan sebagai bentuk dari tinjauan terkait penggunaan HP sekaligus kekhawatiran orang tua terhadap anaknya.
Temuan menunjukkan bahwa melarang penggunaan HP dapat meningkatkan hasil akademik.
Selain itu, kebijakan ini juga ada karena maraknya kasus cyberbullying. Adapun membawa HP diperbolehkan apabila diperlukan untuk kegiatan kelas.