JAKARTA - Membahas struktur jaringan tumbuhan memang tak ada habisnya. Tumbuhan sebagai makhluk hidup juga terdiri dari beberapa jaringan.
Jaringan adalah kumpulan sel yang serupa dengan bentuk matriks ekstraselulernya yang sama-sama menjalankan fungsi tertentu.
Jaringan sendiri dalam biologi termasuk tingkatan yang berada di antara sel dan organ.
Sebab, jaringan tersusun antar sel sejenis yang memiliki fungsi sama. Sementara kumpulan jaringan akan membentuk suatu organ.
Dalam struktur jaringan tumbuhan, terdapat beberapa jaringan yang membentuk tumbuhan. Lantas, bagaimana struktur jaringan tumbuhan dan fungsinya?
Untuk mengetahuinya, simak rangkuman berikut ini.
Struktur Jaringan Tumbuhan
Mengutip dari Modul PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Biologi SMA Kelompok Kompetensi C dan E, terdapat 6 kelompok struktur jaringan tumbuhan, antara lain:
1. Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang terdiri dari kumpulan sel dengan bentuk dan fungsi sama yang serta memiliki sifat meristematik.
Jaringan ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
- Terdiri dari beberapa sel yang aktif membelah,
- Sel-sel jaringan ini berusia muda,
Jaringan ini berukuran kecil,
- Jaringan ini memiliki bentuk dan ukuran yang sama,
- Jaringan ini tidak memiliki fungsi khusus,
- Jaringan ini tidak ditemukan ruang antarsel, dan
- Tak mengandung zat-zat.
Jaringan meristem dapat ditemukan pada ujung batang dan akar atau kerap disebut meristem pucuk/ujung/apikal, di bawah kulit kayu yang berfungsi sebagai kambium gabus maupun kambium pembuluh disebut meristem tepi/lateral, dan di tepi ruas atau buku, serta pada pangkal tangkai daun disebut meristem antara/interkalar.
2. Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis termasuk jaringan terluar tumbuhan yang memiliki fungsi melindungi bagian dalam organ tumbuhan dari keadaan seperti hilangnya air karena penguapan, kerusakan mekanik, perubahan suhu, dan hilangnya zat-zat makanan.
Adapun ciri-ciri dari jaringan epidermis antara lain:
- Terdiri dari sel-sel hidup;
- Berbentuk persegi panjang;
- Sel-selnya rapat tanpa ruang antarsel;
Tak memiliki klorofil; dan
- Mampu membentuk modifikasi jaringan epidermis. Seperti; stomata, spina (duri), sel kipas, sel kersik, dan trikomata (rambut-rambut).
3. Jaringan Dasar atau Parenkim
Jaringan dasar adalah jaringan yang ditemukan hampir di seluruh bagian tumbuhan.
Mulai dari akar, batang, daun, daging buah, atau endosperm. Jaringan parenkim memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Sel-selnya adalah sel hidup yang berukuran besar dan tipis, serta umumnya berbentuk segi enam;
- Memiliki banyak vakuola;
- Letak inti sel mendekati dasar sel;
- Mampu bersifat meristematik karena dapat membelah diri; dan
- Memiliki ruang antar sel yang banyak sehingga letaknya tidak rapat.
4. Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut adalah jaringan yang berfungsi mengangkut air dan unsur hara, serta mengedarkan zat makanan hasil fotosintesis dari satu bagian ke bagian lain tumbuhan.
Jaringan ini dimiliki oleh tumbuhan terdiri dari jaringan xilem (pembuluh kayu) berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dan floem (pembuluh tapis) berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis.
5. Jaringan Gabus
Jaringan gabus adalah jaringan yang berfungsi menggantikan epidermis ketika lapisan epidermis tersebut rusak sebab usia atau faktor lain.
Sehingga jaringan lain di bawahnya terlindung dari kehilangan banyak air dan gangguan mekanik.
Jaringan ini dibentuk oleh kambium gabus yang bernama felogen.
6. Jaringan Penyokong
Jaringan penyokong atau penguat adalah jaringan yang berfungsi untuk menguatkan atau menegakkan batang dan daun, melindungi biji atau embrio, serta melindungi berkas pengangkut (vaskuler).
Demikian 6 struktur jaringan tumbuhan dan fungsinya yang wajib diketahui.
(Natalia Bulan)