4. Kemungkinan gagal tangani pasien lebih aman dengan teknologi ini
Doktor Jonathan Martin, dari Cambridge University Hospitals, adalah salah seorang yang memimpin pengembangan simulasi itu.
"Simulasi ini memungkinkan mahasiswa mengalami kegagalan di lingkungan yang aman dan merasa aman jika mengalami kegagalan. Tentu saja, itu bukan sesuatu yang ingin kami lakukan dengan pasien sungguhan," jelasnya.
"Jadi, lingkungan simulasi memungkinkan mahasiswa untuk mengambil pelajaran berikutnya. langkah-langkah dalam pembelajaran mereka, di mana mereka memiliki lingkungan yang semakin nyata di sekitar mereka untuk mempraktikkan keterampilan dan teknik yang mereka perlukan ketika mereka berhadapan dengan pasien yang sebenarnya," tambahnya.
5. Baru tersedia satu modul
Untuk saat ini, baru satu modul tersedia. Modul ini berfokus pada kondisi pernapasan.
Mahasiswa medis bisa belajar mendeteksi dan mengatasi berbagai gangguan seperti asma, anafilaksis, emboli paru dan pneumonia.
Dalam jangka panjang, semakin banyak modul akan dibuat, dan serangkaian skenario akan tersedia.
Setiap modul akan memiliki tingkat kerumitan yang berbeda, mulai dari mode yang hanya dapat melihat, mode dengan keputusan terbantu, hingga mode ahli.
Cambridge University juga akan melakukan penelitian untuk mengevaluasi dampak proyek ini baik pada mahasiswa maupun pasien.
(Natalia Bulan)