SURABAYA - Kisah perjalanan sosok Soekarno atau yang akrab disapa Bung Kanro bukan sekadar soal kegigihan perjuangan hidup dan romantisme saja, namun ada pula kisah semangat nasionalisme yang tinggi dalam jiwanya.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Purnawan Basundoro menjelaskan secara rinci, bagaimana Bung Karno melawan ketidakadilan yang terjadi di nusantara selama zaman pendudukan Belanda.
Sikap dan semangat juang tinggi Soekarno itu dilatarbelakangi oleh sosok Tjokroaminoto dan kota kelahirannya, Surabaya.
Menurut Purnawan, selama tahun 1916 - 1921 itu adalah masa keemasan Soekarno, karena pada saat itulah jiwa dan kepribadian Soekarno diasah di Kota Surabaya.
Di awal abad ke 20, selama Soekarno tinggal bersama di indekos H.O.S Tjokroaminoto menganggap Kota Surabaya adalah sebagai dapur dari nasionalisme.
“Artinya, di Surabaya itu lah, pemikiran mengenai nasionalisme Soekarno terbentuk, semangat juang melawan pendudukan Belanda di Surabaya,” kata Purnawan, Minggu (12/6/2022).
Hal tersebut terbukti ketika di awal abad 20-an, Kota Surabaya menjadi salah satu wilayah industri besar di nusantara.
Kala itu kawasan industri terbesar di Surabaya berada di Jalan Dapuan dan Jalan Gatotan.
Kemudian di tahun 1916, pada saat Bung Karno datang kembali ke Kota Pahlawan, kawasan industri di Ngagel mulai dibangun.