Daftar Menteri Pendidikan di Era Presiden Soekarno, Ki Hadjar Dewantara yang Pertama Kali Menjabat!

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Sabtu 28 Mei 2022 10:23 WIB
Ilustrasi. (Foto: Ant)
Share :

JAKARTA - Pada masa pemerintah Presiden Soekarno, semangat pendidikan berfokus pada membangun identitas diri sebagai bangsa yang merdeka. Kementerian Pendidikan pada masa itu masih sangat sederhana.

Kurikulum tingkat nasional sudah mulai disiapkan, dengan menitikberatkan pada wawasan kebangsaaan, memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, serta menambah jumlah pengajar. Instruksi yang diberikan oleh Menteri Pendidikan saat itu masih berkaitan dengan upaya meningkatkan semangat perjuangan.

Seperti, mewajibkan sekolah mengibarkan bendera merah putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sampai menghapuskan lagu Jepang Kimigayo. Berikut ini daftar Menteri Pendidikan di era Presiden Soekarno.

BACA JUGA:Sekolah yang Dibangun oleh Tokoh Indonesia, dari Ki Hadjar Dewantara hingga BJ Habibie

1. Ki Hadjar Dewantara

Sosok yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional ini memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soejaningrat. Lahir di Pakualaman, 2 Mei 1889, yang kemudian tanggal lahirnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ki Hadjar dewantara diangkat menjadi Menteri Pengajaran pada masa kabinet pertama Indonesia, Presidentil Kabinet. Ia menjabat pada 19 Agustus 1945 sampai 14 November 1945. Ki Hadjar mulai merintis pendidikan di Indonesia dengan mendirikan Taman Siswa pada 1922. Atas jasa-jasanya, Ki Hadjar Dewantara dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia pada tahun 1959.

2. Todung Sultan Gunung Mulia

Todung Sultan Gunung Mulia, atau yang akrab disapa Mulia, lahir di Padang Sidempuan, Sumatera Utara pada 21 Januari 1896. Lelaki keturunan Batak ini aktif dalam dunia politik. Ia mendirikan Partai Kristen Indonesia (Parkindo) bersama rekan-rekannya. Empat hari setelah pendirian Parkindo, Mulia diangkat menjadi Menteri Pengajaran menggantikan Ki Hadjar Dewantara. Ia meneruskan kebijakan menteri sebelumnya yakni mengubah kurikulum pendidikan menjadi berwawasan kebangsaan, memperbaiki saran dan prasarana, dan memperluas lembaga pendidikan yang juga berfokus pada agama.

3. Muhammad Sjafei

Muhammad Sjafei memiliki slogan dalam hidupnya yakni “Pendidikan yang memerdekakan.” Ia merupakan pendiri Indische Nationale School (INS) Kayutanam (1926). Sekolah ini berada di luar sistem kolonial, yang memerdekakan jiwa dan kreativitas anak-anak di luar pakem pendidikan kolonial. INS dikategorikan sebagai sekolah kejuruan. Pada masa Jepang, sekolah ini berubah nama menjadi Indonesia Nippon Sekolah, lalu setelah proklamasi disesuaikan menjadi Indonesia Nationale School (INS). Setelah proklamasi, Syafei juga masuk ke politik. Lelaki kelahiran Ketapang, Kalimantan Barat ada 1899 ini diangkat menjadi Menteri Pengajaran, dengan masa jabatan 12 Maret 1946 sampai 2 Oktober 1946.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya