Proses Masuknya Pengaruh Agama Hindu-Budha ke Indonesia Berdasarkan Teori Brahmana

Rina Anggraeni, Jurnalis
Jum'at 22 April 2022 10:57 WIB
Candi Borobudur merupakan salah satu bentuk pengaruh budaya Hindu-Budha di Indonesia. (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Proses masuknya pengaruh agama Hindu-Budha ke Indonesia bakal dibahas oleh Okezone. Dalam buku Sejarah Indonesia untuk siswa SMA ini menunjukkan proses masuknya pengaruh agama Hindu dan agama Budha ke wilayah nusantara, memang memerlukan analisis yang cukup dalam.

Hal tersebut dikarenakan belum terdapat kesepakatan yang bulat diantara para ahli mengenai siapa yang membawa kebudayaan tersebut ke Nusantara. Secara garis besar, peneliti membagi proses masuknya budaya Hindu-Budha berdasarkan beberapa teori.

BACA JUGA: Sikap Masyarakat Nusantara Terhadap Masuknya Budaya Hindu-Budha, Ada yang Bersifat Pasif

Masuknya agama Hindu-Budha dibawa oleh kolonisasi pada orang-orang India. Teori yang termasuk dalam kelompok pendapat pertama antara lain teori Brahmana, teori Ksatria, Waisya, dan Sudra. Sedangkan teori kedua yang muncul adalah teori arus Balik.

Adapun, proses masuknya pengaruh agama Hindu-Budha ke Indonesia menurut teori Brahmana yakni suatu kolonisasi dengan melibatkan penaklukan oleh golongan ksatria. Selain itu, suatu kolonisasi selalu disertai oleh pemindahan segala unsur masyarakat dari tanah asal. Misalnya, sistem kasta, kerajinan, bentuk rumah, tata kota, bahasa, pergaulan.

BACA JUGA: Contoh Akulturasi Kebudayaan pada Masa Kerajaan-Kerajaan Hindu- Budha di Nusantara

Mereka yang menetap di perkampungan khusus itu kedudukannya tidak berbeda dengan rakyat biasa di tempat itu. Hubungan mereka dengan penguasa hanyalah dalam bidang perdagangan, sehingga tidak dapat diharapkan adanya pengaruh budaya yang membawa perubahan-perubahan dalam bidang tata negara dan agama.

Hal ini menjadi lebih jelas, karena sebagian besar pedagang itu adalah pedagang keliling yang berasal dari kalangan masyarakat biasa. Mengingat unsur-unsur budaya India yang terdapat dalam budaya Indonesia, van Leur cenderung untuk memberikan peranan penyebaran budaya India pada golongan brahmana.

Para brahmana datang atas undangan para penguasa Indonesia, sehingga budaya yang mereka perkenalkan adalah budaya golongan brahmana.

Para brahmana ini kemudian melakukan upacara vratyastoma, yakni upacara inisiasi yang dilakukan oleh para kepala suku agar menjadi golongan ksatria. Pandangan ini sejalan dengan pendapat yang

dikemukakan Paul Wheatly bahwa para penguasa lokal di Asia Tenggara sangat berkepentingan dengan kebudayaan India guna mengangkat status sosial mereka.

Sayangnya dari teori brahmana Van Leur itu masih belum jelas pada yang mendorong terjadinya proses tersebut. Ia berpendapat bahwa dorongan itu adalah akibat kontak dengan India melalui perdagangan. Bukan hanya melalui orang-orang India yang datang, tetapi mungkin juga karena orang-orang Indonesia melihat sendiri kondisi di India.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya